Kalau ingin mencicipi citarasa tanah yang diolah menjadi hidangan bergaya Perancis, datanglah ke restoran Ne Quittez Pas. Terletak di distrik Gotanda, Tokyo, Jepang, restoran ini baru meluncurkan menu komplet berbahan tanah, mulai dari appetizer hingga dessert dan minuman.
Jessica Ocheltree, reporter situs Rocket News 24, datang dan mencicipi langsung menu lengkap yang unik ini. Setelah menyesap segelas pink watermelon champagne, hidangan pertama disajikan: 'potato starch and dirt soup'. Sup ini berwarna cokelat kehitaman dan dihidangkan di gelas shot atau seloki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bibir gelasnya ditempeli garam seperti margarita. Jadi, setelah rasa asin di awal, mulut Anda akan dipenuhi citarasa lembut dari supnya.
Selanjutnya, ada 'salad with dirt dressing'. Sayuran segar seperti terung, tomat, dan lobak turnip dipanggang dan disajikan dengan saus berbahan tanah serta taburan bubuk jagung. Justru sayurannya yang terasa lezat. "Rasa manis dan asam pada tomatnya seimbang. Terungnyapun tak pahit meski dibakar," komentar Ocheltree.
Hidangan berikutnyapun tak kalah unik. 'Minerals of the sea and minerals of the land' ini terdiri dari dua piring. Piring pertama berupa aspic (hidangan seperti jeli yang terbuat dari kaldu daging) dengan remis oriental dan lapisan atas endapan tanah.
Sementara itu, piring kedua berisi risotto yang dimasak dengan tanah. Makanan yang tampak seperti lumpur ini disajikan dengan sea bass (sejenis ikan kakap putih) dan burdock root. Menurut Ocheltree, di hidangan tadi citarasa tanah juga tak terasa.
Pencuci mulutnyapun tak luput dari campuran tanah, yakni 'dirt ice cream' dan 'dirt gratin'. Mungkin karena kelembutan makanan tersebut, rasa manis yang kompleks dari hidangan ini terasa lebih kaya.
Sajian lengkap tersebutpun ditutup dengan teh mint bercampur tanah. Meski tampak seperti air berlumpur, anehnya rasanya menyegarkan. Mintnyapun terasa kuat.
Dari semua hidangan, walau berbahan tanah, rasanya hampir tak kentara. "Saya datang untuk mencicipi hidangan tanah, tapi rasa tanah yang saya harapkan terasa sangat sedikit di makanan tersebut. Saya sampai lupa bahwa ada tanah di dalamnya," kata Ocheltree.
Ternyata rahasianya terletak pada tanah yang digunakan. Bukan sembarang tanah, melainkan tanah hitam khusus dari Kanuma, Prefektur Tochigi, yang disuplai oleh perusahaan Protoleaf. Rupanya tanah ini berupa kompos dari bubuk kopi dan serat palem yang biasanya dibuang begitu saja. Tentu saja tanah tersebut sudah diuji secara ketat agar aman dan murni digunakan dalam makanan.
Chef Toshio Tanabe dari Ne Quittez Pas memang pernah memenangkan acara memasak di TV karena membuat saus dari tanah. Tak heran, restoran yang sebelumnya terkenal dengan hidangan seafood berkualitas tinggi dari daerah Misaki, Kanagawa ini bisa menyajikan hidangan berbahan tanah dengan citarasa istimewa.
Jika Anda tertarik mencicipi aneka sajian unik tersebut, Anda harus memesan setidaknya seminggu sebelumnya. Andapun harus membayar sekitar 1.000 yen (Rp 1,08 juta) per orang. Karena kelezatan hidangannya, kalau sudah berada di sini, seakan ada suara yang mengatakan 'ne quittez pas!' (jangan pergi, dalam Bahasa Perancis).
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN