Ahli nutrisi Heather Bauer, RD, CDN pun mengungkapkan pendapatnya terkait makanan apa saja yang akan tren dan yang akan ditinggalkan. Berikut rangkumannya, seperti yang dilansir Huffington Post (17/01/13):
In: Madu
Out: Pemanis buatan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih baik jika kita kembali ke bahan-bahan alami, seperti madu. Meski mengandung 64 kalori per sendok makan, madu mengandung antioksidan yang dapat melawan kanker. Apalagi, sekarang mulai tersedia madu dalam bentuk butiran yang hanya mengandung 12 kalori per bungkus. Tak perlu repot dan lengket lagi saat menuangkan madu!
In: Karbohidrat tinggi serat
Out: Diet rendah karbohidrat
Bagi orang yang sedang berdiet, pasti sering mendengar reputasi buruk karbohidrat. Dituduh sebagai biang naiknya gula darah dan kegemukan, tak heran banyak yang menghindarinya dan menjalankan diet rendah karbohidrat.
Padahal, jika Anda tak menyantapnya berlebihan dan memilih jenis yang menyehatkan, karbohidrat justru dapat membantu penurunan berat badan. Contoh karbohidrat baik dan kaya serat adalah brown rice, ubi, couscous, quinoa serta roti dan cracker gandum utuh.
Satu sampai dua porsi karbohidrat baik sehari dapat meningkatkan asupan serat Anda dan mempercepat metabolisme, yang pada gilirannya akan membantu penurunan berat badan.
In: Camilan alami
Out: Camilan yang banyak diproses
Mulailah memperhatikan asupan kita sehari-hari. Baca label dengan teliti. Jika terdapat bahan kimia, hindarilah. Beli produk yang mengandung bahan-bahan alami. Cari kudapan favorit kita namun dalam versi yang lebih menyehatkan. Bisa juga dengan mengganti camilan tak sehat dengan buah-buahan dan kacang-kacangan panggang atau rebus tanpa garam.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN