4 Cara ini Bisa Atasi Rasa Bersalah karena Kebanyakan Makan

4 Cara ini Bisa Atasi Rasa Bersalah karena Kebanyakan Makan

Flora Febrianindya - detikFood
Rabu, 02 Jan 2013 13:24 WIB
4 Cara ini Bisa Atasi Rasa Bersalah karena Kebanyakan Makan
Foto: Thinkstock
Jakarta - Deretan menu lezat tentunya menggoda mata saat pesta. Tanpa disadari banyak makanan dicicipi. Pastinya porsi makan jadi berlebihan dari yang dibutuhkan. Anda yang terbiasa ketat menjaga pola makan, bisa jadi merasa bersalah.

Situr www.prevention.com memberikan rekomendasi beberapa hal yang harus dilakukan sehari setelah kebanyakan makan. Seperti tidur cukup, sarapan, mengatur rasa lapar. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Jangan lupa sarapan

Foto: Thinkstock
Sarapan jadi langkah penting dalam memulai hari. Jika tak terbiasa makan berat atau makan banyak saat pagi, awali dengan makan potongan buah segar ataupun makan oatmeal dan susu. Jika Anda menunda sarapan dan menggabungkannya dengan waktu makan siang, rasa lapar yang terakumulasi justru membuat Anda makan lebih banyak dan memilih menu yang kurang sehat.

2. Tidur cukup

Foto: Thinkstock
Tidur dalam jumlah cukup dan berkualitas, sekurang-kurangnya 7 jam. Penelitian dari Case Western Reserve University mengungkapkan jika ada hubungan antara kurang tidur dan obesitas. Dihasilkan jika mereka yang tidur kurang dari 5 jam sehari memiliki kecenderungan 32% lebih tinggi mengalami obesitas.

3. Atur rasa lapar

Foto: Thinkstock
Rasa lapar tak cuma bisa diatasi dengan makan-makanan padat saja. Keinginan makan bisa diulur dengan rajin minum air putih. Setelah minum air, tunggu 10 menit dan rasakan perubahannya. Jika belum waktunya jam makan dan Anda merasa betul-betul lapar, makanlah camilan sehat seperti potongan buah atau kacang-kacangan.

4. Tulis apa yang dimakan

Foto: Thinkstock
Tulislah apa saja jenis menu yang Anda makan semalam, dan berapa porsinya. Menurut Jeannie Gazzaniga-Moloo, PhD, RD, juru bicara American Dietetic Association, menulis buku harian tentang makan bisa membuat pola makan Anda terkontrol dan terevaluasi. "Hal itu meningkatkan kepedulian dan membuat Anda fokus untuk makan makanan sehat," kata Jeannie.
Halaman 2 dari 5
(flo/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads