Film yang akan diluncurkan pada 14 Januari 2012 di Amerika Serikat ini meneliti identitas budaya kulit hitam berkaitan dengan kebiasaan makan. Mereka selalu dihubungkan dengan makanan tinggi kalori dan lemak.
Hurt sendiri mempunyai keluarga yang berasal dari Milledgeville, Georgia, Amerika Serikat. Ia terbiasa hidup dengan mengonsumsi soul food seperti sweet potato pie, macaroni and cheese, ayam goreng, dan babi panggang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asal pola makanan ini dimulai saat masyarakat Afrika-Amerika masih menjadi budak. Menurut ahli sejarah Jessica B. Harris, yang juga tampil dalam film tersebut para budak dulu mengkonsumsi makanan tinggi kandungan lemak dan kalori yang memungkinkan mereka membakar 3000 kalori setiap bekerja.
Menurut Hurt, makanan Amerika bagian selatan mulai diberikan istilah soul food saat penegakan hak sipil dan gerakan masyarakat kulit hitam tahun 1960an. “Ada semacam koneksi emosional dan kebanggaan akan budaya. Mereka melihat makanan sebagai sesuatu yang membuat mereka bisa bertahan di masa-masa sulit”, tutur Hurt kepada Reuters (02/01/2013).
Kini kebiasaan makan tersebut menjadi masalah kesehatan. Karena mulai banyak penyakit yang terkait dengan nutrisi seperti obesitas. Menurut U.S. Centers for Disease Control and Prevention, tingkat obesitas tertinggi terdapat pada orang dewasa kulit hitam. Mereka berpotensi meninggal karena stroke sebelum usia 75 tahun. Jumlah ini lebih tinggi dari grup etnis lainnya.
Menurut Hurt, selain tradisi dan kebiasaan, tingkat kemakmuran dan lingkungan tanpa supermarket yang baik juga berpartisipasi dalam pola makan yang tidak sehat. Pemerintah Amerika dapat membantu dengan meningkatkan akses ke makanan yang berkualitas dan menyediakan informasi kalori pada menu restoran.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN