Robert Hardman dari Daily Mail mencicipi keju keledai seharga hampir Rp 15 juta per kg langsung di tempat produksinya, yakni peternakan Zasavica di Serbia. Keju ini dikemas dengan rumit dan berukuran 50 gram.
Saat diiris, teksturnya agak lebih padat dan tak begitu mudah hancur, berbeda dengan keju dari susu kambing. Baunya menyengat, mengingatkan kita akan keju dari susu domba meski tak sebusuk keju Epoisse atau Stinking Bishop.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata, tak hanya keju keledai yang disajikan. Adapula Donkey Milk Liqueur, yang menurut Hardman seperti Italian Limoncello dengan seiris keju Roquefort, namun lebih enak. Menurut Simic, minuman berwarna krem ini disenangi para wanita. Harganya Rp 1,4 juta per liter.
Susu keledai juga tersedia di sini. Baunya tak terendus, rasanyapun lebih manis daripada susu sapi. Harganya Rp 94.000 untuk botol 200 ml. Namun, karena volumenya sangat sedikit, susu keledai hanya dijual kepada warga setempat yang mampu membelinya. Selain itu, sebagian besar susu keledai di sini dibuat menjadi keju.
Konon, sejak zaman Firaun, susu keledai dipercaya banyak mengandung khasiat. Misalnya, untuk menyembuhkan luka dan gigitan ular, juga sebagai obat asma dan eksim. Bahkan, Simic menjamin bahwa susu keledai bisa berfungsi sebagai afrodisiak.
Susu keledai juga dianggap paling mirip dengan ASI. Kandungan lemaknya lebih sedikit dibanding susu sapi, serta kaya asam omega 3 dan omega 6. Sampai abad ke-20, rumah sakit di Eropa memelihara keledai kalau-kalau ada bayi yang memerlukannya karena ibunya tak bisa menyusui. Anak yang alergi dengan susu sapipun akan cocok meminum susu keledai.
Sajian selanjutnya adalah sosis dari daging keledai yang kering dan smoky, seperti daging domba dingin versi lebih manis. Menurut Hardman, daging keledai memiliki karakter, kuat rasanya, dan lebih sedikit lemak dibanding daging sejenisnya. Konon, daging keledai juga memiliki manfaat kesehatan.
Menanggapi komentar miring tentang penyembelihan keledai, Simic menampik dan mengaku sebagai pecinta binatang. "Namun, ada saatnya kami harus mengontrol jumlahnya. Misalnya, saat seekor pejantan mengejar-ngejar betina yang sebenarnya adalah anaknya. Inilah waktunya ia dijadikan sosis," kata Simic.
Selain berbagai hidangan dari keledai tersebut, ia juga memproduksi krim wajah (Rp 390.000) dan sabun susu (Rp 62.00) dari susu keledai. Di belahan Eropa lain, kosmetik dari susu keledai memang populer.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN