Istilah molecular gastronomy pertama kali dilontarkan oleh ahli fisika Hungaria Nicholas Kurti dan pakar kimia Perancis HervΓ© This pada 1992. Kini, chef-chef hebat sekelas Ferran Adria dan Heston Blumenthal rajin bereksperimen dengan berbagai teknologi dan ilmu pengetahuan dalam menghasilkan hidangan yang tampak di luar nalar.
Seakan molecular gastronomy tak cukup mencengangkan, kini adapula molecular mixology. Teknik-teknik ilmiah diterapkan dalam pembuatan cocktail. Seperti yang ditulis situs Daily Mail (09/11/12), nantinya bisa saja cocktail yang disajikan berupa bola es yang harus dipecahkan dulu dengan sendok agar minumannya mengalir keluar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Inggris, molecular mixology sudah mulai diterapkan di beberapa bar. Sebut saja 'Bar with No Name' di London. Ahli mixology Tony Conigliaro menyajikan cocktail Bloody Mary yang dibuat menjadi gel. Kelihatannya seperti tiram, apalagi cara meminumnya adalah dengan sekali teguk langsung dari cangkangnya.
Masih di London, bar 'Purl' menyajikan champagne dengan bola-bola mangga dan markisa. Di Manchester, tepatnya di bar 'Alchemist', martini markisa diberi busa meringue.
Kalau Anda tertarik mendalami molecular mixology, online shop molecularmixology.co.uk menjual perlengkapan untuk pemula seharga 44 poundsterling (Rp 686.950).
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN