Merkuri merupakan logam berat dengan simbol Hg. Logam beracun ini bisa mencemari makanan laut melalui bahan organik terlarut dan terikat oleh garam di dalam air laut. Kemudian merkuri menempel pada ikan dan seafood lainnya.
Penelitian oleh Biodiversity Research Institute dan Zero Mercury Working Group, menemukan adanya peningkatan kontaminasi merkuri pada seafood di seluruh dunia.
Β
Seperti yang dilaporkan Post Global, sejak lama para ilmuan memperingatkan konsumen tentang bahaya kandungan merkuri pada ikan dan seafood lainnya. Bahkan ancaman merkuri terhadap seafood lebih besar daripada yang dibayangkan. Hal inipun diakui oleh Davis Evers, seorang direktur eksekutif Biodiversity Research Institute.
Β
Seafood yang mengandung merkuri bisa memberikan efek buruk untuk kesehatan. Seperti menghambat perkembangan otak, merusak kesehatan anak-anak dan menghambat perkembangan janin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak pencemaran merkuri juga dibuktikan dari hasil pengamatan National Wildlife Foundation kepada habitat satwa liar, pada November lalu. Mereka menemukan adanya efek samping setelah satwa liar mengonsumsi seafood. Rata-rata mengalami gangguan pada sistem saraf dan resproduksi.
Β
Meskipun begitu, penulis penelitian tidak mau menyuruh orang untuk berhenti makan ikan. Karena mereka pasti setuju manfaat makan ikan untuk kesehatan. βSolusinya, bukan berhenti makan ikan, namun pilih jenis seafood yang rendah merkuri seperti ikan cod, salmon, sarden dan udang.β tambah Groth.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN