Kontaminasi Merkuri pada Ikan Meningkat di Seluruh Dunia

- detikFood Rabu, 26 Des 2012 11:51 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Banyak manfaat yang didapat dari makan ikan. Seperti membantu perkembangan otak, menjaga kesehatan jantung dan mencegah kanker. Tapi semua manfaat ini bisa hilang jika ikan yang dikonsumsi mengandung logam berat.

Merkuri merupakan logam berat dengan simbol Hg. Logam beracun ini bisa mencemari makanan laut melalui bahan organik terlarut dan terikat oleh garam di dalam air laut. Kemudian merkuri menempel pada ikan dan seafood lainnya.

Penelitian oleh Biodiversity Research Institute dan Zero Mercury Working Group, menemukan adanya peningkatan kontaminasi merkuri pada seafood di seluruh dunia.

Seperti yang dilaporkan Post Global, sejak lama para ilmuan memperingatkan konsumen tentang bahaya kandungan merkuri pada ikan dan seafood lainnya. Bahkan ancaman merkuri terhadap seafood lebih besar daripada yang dibayangkan. Hal inipun diakui oleh Davis Evers, seorang direktur eksekutif Biodiversity Research Institute.

Seafood yang mengandung merkuri bisa memberikan efek buruk untuk kesehatan. Seperti menghambat perkembangan otak, merusak kesehatan anak-anak dan menghambat perkembangan janin.

“Ini bukan efek sepele, ini adalah ekef berbahaya. Sudah cukup bukti adanya efek samping dari logam beracun ini jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.” imbuh Dr. Edward Groth, seorang ilmuan kesehatan lingkungan kepada The Huffington Post (4/12/2012).

Dampak pencemaran merkuri juga dibuktikan dari hasil pengamatan National Wildlife Foundation kepada habitat satwa liar, pada November lalu. Mereka menemukan adanya efek samping setelah satwa liar mengonsumsi seafood. Rata-rata mengalami gangguan pada sistem saraf dan resproduksi.

Meskipun begitu, penulis penelitian tidak mau menyuruh orang untuk berhenti makan ikan. Karena mereka pasti setuju manfaat makan ikan untuk kesehatan. “Solusinya, bukan berhenti makan ikan, namun pilih jenis seafood yang rendah merkuri seperti ikan cod, salmon, sarden dan udang.” tambah Groth.

(dyh/odi)