Seorang Mike Hayes, pemilik Symphony Hill Wines di Queensland, Australia berencana untuk membuat ulang ritual pembuatan wine yang berumur 4.000 tahun. Caranya dengan memanen beberapa anggurnya dalam keadaan telanjang saat bulan purnama.
Hayes mengatakan inspirasi ini ia dapat saat sedang dalam proses belajar untuk mendapatkan Churcill Fellowship. Sebuah penghargaan untuk para peneliti inovatif dari Australia. Menurut website Symphony Hills Wine (19/12/2012), tujuan utama Hayes dalam fellowship itu adalah untuk meneliti alternatif varian anggur di Eropa yang akan cocok untuk kondisi di area Granite Belt, Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor lainnya, menurut Hayes, baju yang terbuat dari kulit hewan mengandung bakteria yang akan mencemari proses pembuatan anggur.
Hayes akan memulai dengan memanen gewurztraminer, varian anggur putih pada bulan Maret tahun depan. Pada bulan April, Hayes merencanakan untuk memanen anggur nebbiolo, anggur yang digunakan untuk Italian red wine.
Untuk tetap menjaga ritual kuno, ia akan menfermentasikan wine di kendi tanah liat atau amphora yang ditanam di bawah tanah. Sebuah praktek kuno tanpa pengawet atau zat tambahan.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN