Mengapa Miras Murahan Lebih Memabukkan?

Mengapa Miras Murahan Lebih Memabukkan?

- detikFood
Rabu, 12 Des 2012 11:48 WIB
Mengapa Miras Murahan Lebih Memabukkan?
Foto: Thinkstock
Jakarta -

1. Congener

Foto: Thinkstock
Pembuatan minuman beralkohol dimulai dengan fermentasi. Proses ini menghasilkan produk turunan berupa 'kotoran' yang disebut congener atau fusel oil. Ada ratusan jenis congener. Namun, beberapa di antaranya merupakan alkohol bertingkat lebih tinggi (misalnya non-ethanol) yang tak dapat diproses tubuh.

Akibatnya, tubuh memperlakukannya sebagai racun dan memberi sinyal dengan sakit kepala. Kemampuan metabolisme dan membuang racun ini berbeda pada tiap orang. Meski setiap minuman beralkohol mengandung congener, diyakini minuman keras murahan memiliki congener lebih banyak karena menggunakan bahan baku berkualitas rendah.

2. Distilasi dan penyaringan

Foto: Detikfood
Setelah difermentasi, cairan melewati proses distilasi agar kandungan alkoholnya tinggi. Semakin sering proses distilasi, semakin banyak congener yang terbuang. Namun, minuman murahan biasanya hanya dua kali didistilasi.

Cara lain untuk membuat minuman keras lebih murni adalah dengan menyaringnya, terutama dengan activated-carbon filter. Biasanya, merek-merek murah hanya sedikit disaring karena dibuat secara massal. Makanya, kandungan congenernya lebih banyak dan menimbulkan sakit kepala.

3. Minuman alkohol berwarna gelap

Foto: Thinkstock
Minuman keras berwarna gelap seperti brandy, whisky, dan cognac mengandung congener lebih banyak dibanding minuman berwarna bening seperti vodka, gin, atau white rum. Pasalnya, whisky memiliki rasa khas sementara vodka tak mengandung perasa, dan karena itu diperlukan congener dalam proses distilasi whisky.

Perbedaan whisky murah dan mahal adalah kualitas biji-bijian yang digunakan serta seberapa jenih proses distilasinya. Jika minuman yang dikemas mengandung kotoran, produsen biasa menyamarkannya dengan rasa yang kuat dari proses penyimpanan di tong kayu.

4. Red wine

Foto: Thinkstock
Red wine bisa menyebabkan sakit kepala parah, sampai-sampai ada istilah medis 'Red Wine Headache'. Faktor utamanya belum jelas, karena efek ini bisa didapat dari red wine mahal sekalipun. Diduga, penyebab utamanya adalah histamine yang ada di kulit anggur.
Makanya, white wine yang dibuat tanpa kulit anggur mengandung histamine lebih rendah dan tak mudah menyebabkan sakit kepala. Kandungan histamine bisa berubah setiap masa panen, namun cuaca buruk bisa meningkatkan produksi histamine secara signifikan.
Tambahan gula dalam wine murah juga dapat menyebabkan gula darah naik dan memicu sakit kepala. Meski penambahan gula dalam jus anggur dapat mempercepat proses fermentasi, alkohol yang dihasilkan jadi bermutu rendah.

5. Tidak semua miras murah berkualitas jelek

Foto: Thinkstock
Memang, minuman beralkohol murah belum tentu murahan. Namun, sebagian besar memang bermutu rendah dan menyebabkan mabuk berat. Makanya, reguklah minuman beralkohol yang jelas kualitasnya saja.

Meminum miras apapun sebenarnya bisa menyebabkan sakit kepala dan mabuk. Pasalnya, alkohol bersifat diuretik dan menyebabkan dehidrasi. Anda jadi sering pipis dan organ dalam tubuh jadi kekurangan air. Makanya, organ 'meminjam' air dari manapun, termasuk otak.

Otak yang dehidrasi akan berkontraksi dan membuat tegang jaringan yang menahan otak dalam tempurung kepala. Muncullah sakit kepala hebat.Β  Perbanyaklah minum air putih. Jangan tunggu sampai pusing, karena akan sulit pulih jika sudah terkena sakit kepala.
Halaman 2 dari 6
(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads