Jamur diketahui dapat meningkatkan stamina tubuh, namun lain halnya dengan jenis jamur beracun. Bukan kesehatan yang didapat justru berdampak buruk untuk kesehatan. Seperti yang terjadi pada empat orang lansia yang meninggal dunia setelah makan sup jamur di panti jompo Gold Age Villa, Loomis, California, Amerika Serikat.
Frank Warren Blodgett (90) adalah orang ketiga yang meninggal dunia akibat makan jamur, tak lama setelah Barbara Lopes (86) dan Teresa Olesniewicz (73). Pada hari Selasa (27/11/2012), The Placer County Sheriff's Department mengidentifikasi satu korban lagi yaitu Dorothy Mary Hart (92).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βMuntah dan diare yang mereka alami merupakan ciri-ciri dari keracunan makanan. Namun sering kali sulit didagnosa jika gejala ini telah dialami selama 12 jam atau lebih.β jelas Dr. Kent R. Olson, selaku Direktur medis dari California Poison Control System kepada HuffingtonPost.
Ia juga menambahkan, muntah dan diare yang dialami korban bisa menyebabkan gagal ginjal dan racun dari makanan akan menyerang hati. Hal inilah yang menyebabkan korban jadi tak sadarkan diri berhari-hari hingga akhirnya meninggal dunia.
Saat musim gugur yang melanda Amerika Utara saat ini, banyak tumbuh jamur liar seperti Chanterelle. Kebanyakan berspesies Amanita atau spesies jamur beracun. Karena itulah, The Placer County Sheriff's Department menduga para lansia menikmati jamus spesies Amanita.
Kejadian inipun menambah daftar korban akibat konsumsi jamur beracun di California. Menurut laporan HuffingtonPost (27/11/2012), California telah mencatat ada 1.700 kasus keracunan jamur pada tahun 2009 hingga 2010.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN