Camilan bernama Burayot ini patut dicoba jika mampir ke Garut. Di daerah asalnya kue ini sangat populer sama halnya dengan dodol dan opak. Rasanya manis dengan tekstur renyah krenyes jika digigit selagi hangat.
Burayot berasal dari kata ngaburanyot atau bergelantungan. Karena setelah matang dan diangkat dengan bambu adonan akan menumpuk dibagian bawah seperti begelantungan. Terbuat dari beras merah, kacang merah dan gula merah. Semua bahan ini diproses secara tradisional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu adonan pipih ini digoreng dengan minyak yang sudah panas. Jika warnanya sudah berubah menjadi kecokelatan barulah diangkat. Uniknya kue tidak diangkat dengan sodet melainkan dengan bambu yang ditusuk pada bagian kulit kue dan tiriskan. Dengan begitu adonan kue akan menumpuk dibawah dan terlihat menggantung.
Agar teksturnya terasa renyah legit sebaiknya nikmati selagi panas. Burayot banyak tersedia di toko oleh-oleh khas Garut. Biasanya dibungkus dengan plastik dan berisi delapan buah burayot di dalamnya. Harganya sekitar Rp. 10.000 hingga Rp. 15.000.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN