Slurp... Gelembung-gelembung karbondioksida terasa menggelitik mulut saat diminum. Sodapun jadi terasa menyegarkan, apalagi jika diminum dingin saat cuaca terik. Namun, ada kalanya soda dalam botol besar tak langsung habis diminum. Sayangnya, setelah dibuka dan disimpan di kulkas beberapa lama, gelembung sodanya hilang. Minuman menjadi kurang menggigit.
Tampaknya Fizz Saver diciptakan untuk mengatasi masalah tersebut. Alat berwarna merah ini muat di mulut botol soda plastik ukuran 1,5-2 liter. Setelah tutup botol dibuka, pasang alat tersebut dengan cara memutarnya. Jika sudah terpasang dengan baik, balikkan botol dan letakkan di meja. Ujung satunya yang mirip dengan keran dispenser akan mengeluarkan soda ke gelas Anda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reporter website Rocket News 24 mengetes alat ini. Sayangnya, Fizz Saver tak bekerja seperti dispenser yang mengucurkan air dengan lancar. Sekali kerannya didorong, airnya mengalir makin lama makin mengecil, lalu habis. Padahal botolnya masih penuh dan baru dibuka. Inilah konsekuensi mengandalkan tekanan dari gas.
Perlu berkali-kali mendorong keran untuk memenuhi gelas kecil sekalipun. Apalagi, di setiap ingin mengisi, kita perlu menunggu beberapa saat sebelum keran dapat mengucurkan soda lagi. Karena membutuhkan waktu agak lama, gelembung yang sudah ada di gelas malah lama-lama menghilang.
Karena mengandalkan gas untuk mendorong minuman, alat ini tak bisa dipakai untuk minuman tak berkarbonasi. Meski sudah didorong sekuat tenaga, minuman tak akan keluar dari kerannya.
Tertarik mengetes sendiri alat ini? Di website Amazon, Fizz Saver dijual dengan harga $11 (sekitar Rp 105.000).
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN