Berani Menyantap Ovarium Ikan Beracun?

- detikFood Rabu, 10 Okt 2012 14:54 WIB
Foto: Rinko Meru
Jakarta - Meski beracun, fugu merupakan ikan yang banyak disukai orang Jepang sebagai hidangan. Perlu pelatihan khusus untuk mengolah fugu, karena jika tak hati-hati racunnya bisa mematikan. Tak kalah fatalnya adalah ovarium fugu. Namun, seorang wanita berani menyantapnya.

Fugu mengandung racun mematikan yakni tetrodotoxin. Chef yang mengolahnya harus mengerti benar teknik membuang bagian yang beracun. Ia juga harus berhati-hati agar racun tak sampai mencemari daging fugu. Jangan pernah mencoba mengolah sendiri di rumah, karena sering berakibat kematian.

Fugu atau pufferfish biasanya disajikan sebagai sashimi atau dimasak hotpot. Karena ikan ini tak bisa diolah sembarangan, harganya menjadi mahal. Ada yang mengatakan bahwa hati fugu merupakan bagian yang paling enak. Padahal, bagian inilah yang paling beracun. Jepang mulai melarangnya disajikan di restoran sejak 1984.

Begitupula halnya dengan ovarium atau indung telur fugu. Menurut artikel yang dilansir Rocket News 24 (29/6/12), indung telur fugu banyak mengandung tetrodotoxin. Jika Anda menyantap fugu yang tak diolah dengan benar, otot Anda akan lumpuh, tak bisa bernapas, padahal kesadaran Anda masih penuh. Hal ini dapat berujung kematian.

Cara menghilangkan racun di ovarium telur fugu adalah dengan merendamnya dalam pasta rice bran atau garam. Diamkan selama beberapa tahun, dan enzim akan bekerja untuk memecah protein. Hidangan ini disebut 'fugu nukazuke'.

Rinko Meru dari website Pouch merupakan salah satu penggemar berat fugu nukazuke. Ia memesannya di toko Arayo Shoten, Ishikawa, Jepang, dengan harga yang menurutnya cukup terjangkau, yakni 840 yen (sekitar Rp 103.000).

Nukazuke ini sudah direndam dalam pasta rice bran selama dua tahun. Rasanya asin, namun gurih dari telur dan rice brannya perlahan-lahan menyebar di mulut. "Ovarium fugu ini terasa nikmat, terutama ketika disantap dengan nasi putih yang baru matang," tulis Meru seperti dikutip dari Rocket News 24.

Hidangan mewah seringkali dipasangkan dengan wine. Merupun mencoba menyantap nukazuke dengan berbagai jenis wine dan sake. Setelah meminum Chinese apricot wine yang manis, Meru memakan ovarium nukazuke. Manis wine dan asin nukazuke ternyata berpadu serasi. Makin nikmat jika ditambahkan perasan air lemon.

Selanjutnya, Meru memadukan nukazuke dengan dengan white wine dari Italia, Pasqua Bianco del Veneto. "Seperti yang kami bayangkan, wine ini melengkapi nukazuke dengan sangat baik," ujarnya.

Bagaimana jika dikombinasikan dengan sake? Meru mencoba sake Kikusui no Karakuchi dari Niigata dan Kaikyo dari Yamaguchi. Kedua daerah ini menghasilkan fugu berkualitas baik.

Kikusui yang tak manis (dry) terasa menyegarkan. Sake ini dapat membilas rasa asin yang tertinggal usai menyantap nukazuke. Kaikyo juga tak mengecewakan karena dapat melunakkan rasa ovarium fugu. Menurut Meru, keduanya memberi pengalaman yang menyenangkan.

Kemudian, Meru bereksperimen membuat 'ochazuke'. Biasanya, ochazuke adalah nasi yang disiram teh, seperti sereal disirami susu. Namun, kali ini ia menaruh fugu, daun mitsuba, dan parutan acar plum di atas nasi, kemudian ia menyiraminya dengan air panas. Ternyata, "Ochazuke ini sangat lezat! Rasa ovarium fugu dicampur dengan air panas menjadikannya sup yang nikmat dengan asin yang pas," Meru berkomentar. Acar plum menambah gurih rasanya, tambahnya.

Secara keseluruhan, Meru tampak puas dengan paduan hidangan ini. "Kalau Anda bernyali, hidangan fugu nukazuke sangat kami rekomendasikan!" katanya.

(fit/odi)