Kesimpulan menarik itu dipublikasikan dalam jurnal Psychological Reports dan dimuat nytimes.com. Temuan tersebut didapat setelah para peneliti mendekorasi sebuah restoran. Tampilannya dirubah total, seperti cahayanya dibuat lebih temaram, diiringi dengan lagu berirama lembut, diberi taplak meja putih, juga diberi lilin di atas meja.
Ruangannya juga dibuat kedap suara, dan terlindungi dari suara-suara bising dan cahaya yang terlalu terang. Restoran tersebutpun memiliki 2 jenis ruangan yang berbeda. Setengah bagian masih berdekorasi standar, dan sisanya sudah ditata cantik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya cukup mengejutkan. Mereka yang makan di tempat dengan dekorasi indah, sunyi dan temaram menghabiskan makanan lebih lama 4.7 persen dan hanya menghabiskan menu sekitar 86%. Sebaliknya, mereka yang makan di tempat berdekorasi standar makan lebih cepat dan hampir menghabiskan seluruh menu yang disajikan.
Total kalori yang masukpun berbeda. Mereka yang makan di tempat bersuasana mewah mengonsumsi sekitar 775.3 kalori, dan pengunjung yang makan di tempat biasa makan sekitar 949.2 kalori.
βAtmosfir yang baik membuat orang lebih banyak berbicara, dan mereka tidak lagi fokus pada makanan. Mereka juga bisa merasa lebih puas,β kata Koert van Ittersum, salah satu peneliti dari Georgia Institute of Technology.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN