Kole-kole kacang adalah kue tradisional suku Melayu. Kue ini populer di Pulau Penyengat, Riau, dan di Malaysia bagian selatan yang berdekatan dengan Indonesia, seperti Johor. Namun, seiring dengan kedatangan orang-orang Selatan ke bagian utara Malaysia, kue ini juga mulai banyak ditemui di kota Sungai Petani, Kedah. Kole-kole kacang juga mudah dijumpai pada pagi hari di pasar Tanjung Pinang, Riau.
Biasanya kole-kole kacang berwarna cokelat muda sampai cokelat pekat dengan taburan kacang tanah sangrai di atasnya. Bentuknya kotak dengan tekstur padat dan agak kenyal. Rasanya gurih dan manis. Biasanya kole-kole kacang disantap sebagai teman minum teh atau suguhan untuk tamu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu unsur yang membuat kole-kole kacang berciri khas adalah tahi minyak, atau dalam Bahasa Indonesia disebut areh/blondo. Areh ini didapat dengan memanaskan santan hingga airnya menguap dan terlihat gumpalan padatan di permukaan santan. 'Krim' tersebut disaring hingga terpisah dengan minyaknya lalu disisihkan.
Membuatnya mudah. Masak air dengan gula merah hingga gula larut, lalu biarkan dingin. Campur dengan santan (yang belum dipanaskan) dan tepung hunkwe lalu aduk hingga rata. Masukkan adonan ke minyak santan tadi, masak hingga mendidih sambil diaduk terus.
Jika sudah meletup-letup dan mengental, matikan api. Tuangkan adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi dengan areh. Siramkan sisa areh ke atasnya lalu biarkan hingga dingin. Kue dapat ditaburi cacahan kacang tanah sangrai di atasnya, kemudian dipotong-potong berbentuk kotak. Siap disajikan untuk santapan berbuka puasa.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN