Ternyata Terong Belanda Tak Berasal dari Belanda

- detikFood Jumat, 27 Jul 2012 08:24 WIB
Foto: medanku
Jakarta - Meskipun menyandang nama Belanda, terong ini tidak berasal dari Belanda. Bentuknya bulat telur dengan daging buah oranye kekuningan dan rasanya segar manis. Enak dibuat jus atau dibuat sirup yang makin segar jika dinikmati dingin.

Terong belanda atau tamrillo ini berasal dari Amerika Latin. Pemberian nama Terong Belanda karena tahun 1941 tentara Belanda membawa buah ini untuk dibudidayakan oleh orang Indonesia. Pertama kali pembudidayaan dilakukan di daerah Bogor.

Tanaman terong belanda biasa ditanam di dataran tinggi dengan suhu 20-27 derajat celcius. Hanya bisa ditanam pada ketinggian 500-1000 meter di atas permukaan laut. Biasanya buah ini banyak ditemui di daerah Bogor dan Wonosobo yang berudara sejuk.

Buah ini dikonsumsi segar dalam bentuk jus. Karena rasanya asam segar, banyak kios jus yang menambahkan gula dan susu supaya lebih enak. Selain itu, terong belanda juga mulai diolah menjadi selai dan sirup.

Selain rasanya asam segar enak dan buah ini mempunyai banyak manfaat. Mengandung provitamin A yang baik untuk kesehatan mata .juga vitamin C yang mengobati sariawan, panas dalam dan meningkatkan daya tahan tubuh. Mengandung sejumlah mineral penting seperti potasium, fosfor dan magnesium mampu menjaga dan memelihara kesehatan.

Selain vitamin, kandungan seratnya yang tinggi bermanfaat untuk mencegah kanker dan sembelit. Terong ini juga mengandung antosianin, golongan flavonoid yang merupakan salah satu jenis antioksidan penangkal radikal bebas.

Paling asyik rasanya buah ini dibuat jus bersama markisa yang aromanya wangi. Karenanya di Sumatera Utara dikenal jus martabe alias markisa terong belanda. Buah ini mudah didapat di pasar swalayan atau toko buah dengan harga Rp. 15.000 per kg.




(odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com