Sayuran Aeroponik, Hidroponik dan Organik, Mana yang Lebih Bagus?

Sayuran Aeroponik, Hidroponik dan Organik, Mana yang Lebih Bagus?

Fitria Rahmadianti - detikFood
Kamis, 26 Jul 2012 07:49 WIB
Sayuran Aeroponik, Hidroponik dan Organik, Mana yang Lebih Bagus?
Foto: thinkstock
Jakarta - Di pasar, mungkin hanya ada sayuran biasa. Berbeda dengan di supermarket, terutama swalayan untuk kalangan menengah ke atas. Ada sayuran biasa, ada pula yang berlabel organik, hidroponik, serta aeroponik. Apa bedanya?

Memilih sayuran sebenarnya adalah hal mudah, namun jika terdapat banyak pilihan, hal ini bisa jadi membingungkan. Kenali kelebihannya masing-masing serta sesuaikan dengan kebutuhan dan budget Anda. Selamat berbelanja!



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Sayuran biasa

Foto: thinkstock

Sayuran biasa mudah ditemui di pasar tradisional dan supermarket. Petani tradisional sampai perusahaan perkebunan besar dapat menghasilkan jenis sayuran ini. Biasanya, pengembangbiakan sayuran biasa melibatkan zat kimia seperti pestisida atau pupuk kimiawi. Wujudnya mulus, nyaris tanpa cela. Harganya paling murah dibanding sayuran yang ditanam dengan cara lain.


2. Sayuran organik

Foto: thinkstock
Sayuran ini merupakan produk alami, tidak memakai zat kimia dari media tanamnya, proses pertumbuhannya, hingga pengemasan. Label organik melalui sertifikasi, karenanya harganya relatif mahal. Untuk sayuran berdaun cirinya, daun yang berlubang dimakan ulat karena ulat hanya suka daun tanpa zat kimia.


3. Sayuran hidroponik

Foto: thinkstock
Secara umum, istilah hidroponik mengacu pada tanaman yang ditanam dengan media selain tanah.
Secara khusus, hidroponik menggunakan larutan air dan 16 unsur pupuk makro dan mikro.

Semua prosesnya di rumah kaca dikendalikan oleh manusia. Karena itulah sayuran lebih mulus dan besar. Harganya lebih mahal dari sayuran biasa namun lebih terjangkau dibanding sayuran organik.



4. Sayuran aeroponik

Foto: thinkstock
Sebenarnya, aeroponik adalah salah satu teknik menanam hidroponik, yakni tanpa media tanah. Bedanya, akar sayuran aeroponik dibiarkan menggantung dengan media udara. Nutrisi yang dibutuhkan tanaman didapat dari penyemprotan larutan air dan pupuk.

Umumnya, sayuran aeoroponik terlihat lebih sehat dan segar karena ditanam di lingkungan tertutup, bebas dari hama atau penyakit. Harganya hampir sama dengan sayuran hidroponik.

Halaman 2 dari 5
(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads