Chef McDonald's Sangkal Jika Menu Kreasinya Tak Sehat

Chef McDonald's Sangkal Jika Menu Kreasinya Tak Sehat

- detikFood
Kamis, 14 Jun 2012 10:59 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Obesitas menjadi masalah kesehatan nasional Amerika. Tentu saja restoran fast food termasuk jaringan McDonald's dianggap ikut berkontribusi pada masalah ini. Apa komentar chef Daniel Coudreaut yang bertanggungjawab atas menu-menu McDonald's?

Ada yang menarik dalam pembicaraan antara seorang food writer dengan Chef restoran McDonald’s. Lisa Abraham mendengar jika Chef Daniel Coudreaut, Senior Director of Culinary Innovation dari McDonald’s USA berkomentar dengan suara datar, β€œSaya tidak melihat ada menu yang tidak sehat.”

Lisa Abraham sedang melakukan sesi wawancara mengenai menu-menu McDonald’s dengan sang Chef. Saat itu, Coudreaut sedang membicarakan rencana perusahaannya untuk meluncurkan menu baru, banana nut oatmeal with fresh blueberry.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pembicaraan yang berlangsung di Cleveland tersebut, Cudreaut secara gamblang mengatakan jika perusahaannya ingin terus meraup keuntungan. Iapun kemudian melontarkan kalimat β€œSaya tidak melihat ada menu yang tidak sehat,” dengan suara dan mimik datar.

Kemudian ia diberi pertanyaan soal rasa tanggung jawabnya terhadap menu-menunya yang memiliki peran terhadap angka obesitas di Amerika. Coudreautpun menjawab jika ia merasa lebih bertanggung jawab pada anak-anaknya sendiri. β€œSaya mengontrol setiap makanan yang masuk ke dalam mulut mereka.”

Coudreaut dan anak-anaknya juga makan menu-menu McDonald’s sekitar satu kali seminggu. Ia menyatakan, McDonald’s bukanlah satu-satunya restoran yang menyajikan makanan tinggi lemak. Baginya, ini hanya masalah pilihan karena McDonald’s juga menyajikan makanan yang rendah lemak dan sehat. Akhirnya, kembali lagi pada selera konsumen.

McDonald’s merupakan jaringan restoran terbesar yang gerainya sudah ada di berbagai belahan dunia. Menu-menunya dianggap sebagai makanan tak sehat, karena mengandung lemak yang tinggi. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka obesitas. Di Amerika sendiri, McDonald’s diperkirakan dikonsumsi oleh sekitar 26 juta orang perharinya.


(flo/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads