Apel yang dimakan sebagian lalu didiamkan cepat berubah warna menjadi cokelat. Karenanya jadi tak berselera karena warnanya tak menarik. Meski nutrisinya tetap terjaga dan rasanya tak berubah, penampilan daging apel yang kusam membuat buah ini terbuang sia-sia.
Untuk mengatasi hal ini, sebuah perusahaan bioteknologi asal Kanada membuat apel yang tetap segar walau daging buahnya dibiarkan terkena udara selama berminggu-minggu. Gen yang membuat apel berwarna cokelat telah dilenyapkan, sehingga daging apel tetap berwarna putih dan kulitnya tetap cerah meski telah digigit, dipotong, atau terbentur.
Okanagan Specialty Fruits sudah mengajukan permintaan kepada badan terkait untuk menjual dua varietas apel rekayasa genetis, yaitu arctic granny dan arctic golden. Neal Carter, penemu Okanagan, berharap mereka akan segera mendapat izin dari Amerika Serikat dan Kanada tahun ini. Setelah itu, mereka akan mulai menanam pohon dan menjual buahnya pada 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski berprospek cerah, penemuan apel ini menuai protes dari berbagai pihak. Menurut petani Kanada, konsumen akan bingung jenis buah apa yang mereka beli. Sementara itu, Kirpal Boparai, Ketua Asosiasi Petani Buah British Columbia, khawatir akan harga apel lain yang bisa anjlok karena apel rekayasa ini.
Lebih jauh lagi, Lana Popham dari New Democratic Party telah membuat petisi berisi 2,000 tanda tangan sebagai tanda protes akan varietas apel Okanagan. "Petani buah organik bersertifikat bisa kehilangan status organiknya. Pasalnya, serbuk sari dari pohon apel termodifikasi bisa dipindahkan ke pohon apel organik bersertifikat. Padahal titik kekuatan produksi organik adalah tanpa campur tangan organisme yang sudah direkayasa secara genetis," keluhnya.
Setelah apel, kini Okanagan sedang meneliti kemungkinan rekaya genetis terhadap peach, ceri, dan pir.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN