Dianggap Menghina, Peredaran 'Afro Sponge' Diprotes

Dianggap Menghina, Peredaran 'Afro Sponge' Diprotes

- detikFood
Jumat, 27 Apr 2012 18:15 WIB
Foto: dailymail.co.uk
Jakarta - Di Inggris, kini sedang populer sebuah spons cuci piring yang bentuknya tak biasa. Spons tersebut bergagang tiruan tubuh manusia dengan rambut afro alias kribo. Namun di balik kepopulerannya, produk ini mendapatkan banyak kontra dan dinilai rasis.

Produk dengan harga sekitar Rp. 110.000 ini menampilkan karikatur penyanyi legendaris Diana Ross dengan rambutnya yang kribo. Rambut inilah yang digunakan untuk mencuci permukaan alat makan dan alat masak. Hal ini dinilai memberikan stereotip negatif mengenai perbedaan kulit hitam dan kulit putih.

Kesan negatif yang diberikan itulah yang memancing banyak protes. Sekretaris The Unite Against Fascism Weyman Bennett juga menanggapi kepopuleran produk ini dengan sinis. β€œProduk apalagi yang akan dikeluarkan selanjutnya, pembersih kamar mandi?”, katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bennett, spons cuci piring berbentuk warga kulit hitam dengan rambut afronya tersebut tak pantas diedarkan. β€œIni tidak seharusnya dilakukan di abad 21 untuk menampilkan benda seperti itu. Hal tersebut bisa memunculkan kesan negatif”, lanjut Bennet.

Walaupun tujuannya untuk mengeluarkan produk unik dan berbeda, namun produk ini dianggap tak pantas beredar dan bukan sesuatu yang lucu. β€œKita sudah 40 tahun menghilangkan kesan rasis dari dunia politik, menghapus perbedaan hitam dan putih, dan sungguh memalukan jika hal tersebut malah terulang lagi”, tegas Bennett.

Pihak Paladone yang mengeluarkan produk ini menanggapinya lain. Menurut mereka, tingkat penjualan spons berbentuk rambut kribo makin meroket jumlahnya. Menurut perwakilan dari Paladone, produk ini dibuat dengan tujuan membuat kegiatan cuci piring jadi lebih menyenangkan, tanpa bertujuan rasis.


(flo/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads