Memasak dengan anak seringkali membuat para ibu jadi jengkel. Bagaimana tidak, tepung berhamburan, bahan makanan banyak yang terjatuh di lantai, serta si kecil tidak melakukan tugasnya dengan benar. Akhirnya, waktu masak jadi lebih lama, dan perlu tenaga ekstra untuk membersihkan dapur yang kotor dan berantakan.
Karenanya, ibu-ibu sering menghindari jika anaknya masuk ke dapur, dengan alasan tak praktis dan merepotkan. Padahal, memasak bersama mampu membuatnya jadi percaya diri, serta meningkatkan keberanian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat memasak menu makan siang, berikan tugas pada anak. Misalkan, menambahkan sejumput garam pada masakan. Saat makan bersama-sama, beri pujian, seperti βsayurnya jadi lezat karena tadi kakak tambahkan garam. Pintar sekaliβ. Dengan begitu, anak akan merasa bantuannya berarti karena membuat masakannya enak.
Seru juga membuat aneka cookies bersama-sama. Beri kebebasan anak memilih sendiri bentuk cetakan yang dipakai. Contohkan cara pembuatannya, dan biarkan si kecil asyik membentuk adonan. Puji hasil karyanya, misalnya βwah, cookiesnya cantik sekali, kakak hebat!β.
Kalimat pujian yang sepertinya sederhana mampu menumbuhkan rasa percaya dirinya. Dengan begitu, ia akan merasa bantuannya sangat berarti, dan hasil karyanya bagus. Hindari mengucapkan teguran tajam atau malah omelan saat ia ceroboh. Hal ini malah membuatnya takut dan serba salah. Bisa-bisa, anak jadi kapok masuk dapur karena takut diomeli.
Dengan suasana dapur yang seru dan hangat, anak akan lebih berani dan tak malu-malu lagi. Tentunya, perlu ada kerjasama antara ayah dan bundanya agar misi ini berhasil. Yuk ajak si kecil masak bareng di dapur, siapa tahu ia malah ketagihan!
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN