Waiterpun Punya Strategi Membaca Keinginan Pelanggan

- detikFood Rabu, 07 Mar 2012 11:12 WIB
Foto: insidescoopsf.sfgate.com
Jakarta - Restoran kini tak cukup hanya menawarkan makanan. Para staf juga dituntut memberikan layanan prima agar pengunjung datang kembali. Untuk memuaskan pelanggan, pramusaji punya strategi khusus sesuai karakteristik si tamu.

Restoran dan kafe, baik casual maupun fine dining, idealnya memberikan pelatihan yang memadai bagi waiter atau pramusajinya. Pasalnya, mereka adalah pihak yang berhubungan langsung dengan pelanggan dan menjadi ujung tombak kepuasan dalam hal pelayanan.

Pelayanan yang baik akan menjadi nilai tambah seiring meningkatnya kompetisi di industri jasa boga. Perlakuan yang sama kepada setiap pelanggan sudah tak jaman lagi. Kini, pramusaji harus menyesuaikan pelayanan dengan karakteristik pengunjung agar lebih personal.

Dengan mempelajari bahasa tubuh, kontak mata, dan komentar selintas, pramusaji diharapkan memahami keinginan konsumen tanpa diberi tahu secara langsung. Bagi Anda yang memiliki usaha tempat makan, strategi yang dikutip dari Wall Street Journal ini mungkin dapat Anda terapkan di restoran atau kafe Anda:

1.Jika pelanggan sudah memesan tempat sebelumnya (reservation/booking) dan berpakaian rapi, layani mereka dengan cepat karena kemungkinan mereka punya acara lain setelah bersantap
2.Jika pelanggan berpakaian kerja rapi, beri pelayanan cepat, kecuali jika mereka meminta waktu sebelum memesan makanan.
3.Jika pelanggan menyalakan laptop di atas meja, ia tidak tertarik pada appetizer yang biasanya dimakan secara sharing, serta tidak ingin memelajari menu cocktail
4.Jika pelanggan mengambil daftar menu wine terlebih dulu, jelaskan mengenai pilihan wine dan tanya apakah si pelanggan ingin refill.
5.Jika pelanggan memesan makanan ringan, tawarkan kopi atau the.
6.Jika pelanggan senang mengobrol, tawarkan pilihan minuman dan dessert yang lebih banyak, jadilah pramusaji yang ramah dan banyak bicara.
7.Jika pelanggan sedang bad mood atau terlibat dalam perbincangan yang kaku, catat pesanan dengan lebih terperinci dan hati-hati agar tak ada yang salah.
8.Jika pelanggan sedang berulang tahun, ajak sekitar 4 staf lain untuk menyanyikan lagu ulang tahun.
9.Jika pelanggan terlalu banyak bertanya mengenai menu, tawarkan salah satu menu favorit.
10.Jika pelanggan baru pertama kali berkunjung, antarkan sampai toilet (jika toiletnya di dalam restoran), jangan hanya mengarahkan.

Keluarga:

  • Jika pelanggannya keluarga dengan anak kecil, bawakan mainan atau krayon dan kertas gambar. Setelah sang anak memesan menu, tunggu persetujuan dari orangtuanya terlebih dahulu sebelum mencatat.
  • Jika pelanggannya anak-anak yang tidak suka sayuran, jangan gunakan sayuran sebagai garnish sekalipun.
Kelompok:

  • Jika pelanggan datang berkelompok dan memiliki satu 'pemimpin' (dilihat dari bahasa tubuh, tersirat dalam percakapan, atau siapa yang memesan tempat), tentukan sikap berdasarkan si 'pemimpin' tersebut dan turuti permintaannya.
  • Jika pelanggan datang berkelompok bersama teman-temannya, mereka sering lupa memesan saking keasyikan mengobrol. Interupsi mereka dengan menuangkan air atau wine ke dalam gelas, meletakkan tangan di meja, atau segera hampiri saat mereka meletakkan menu (untuk mencatat pesanan).
Tanda pelanggan kurang puas:

  • Saat ditanyai mengenai hidangan yang mereka santap, mereka menjawab “oke”.
  • Pelanggan mengalihkan pandangan dari hidangan.
  • Pelanggan memain-mainkan makanan atau menyisakan makanan.
  • Pelanggan menyisihkan makanan tertentu di piring.

(Odi/Odi)