Fortune Cookies, Kue Berisi Ramalan

- detikFood Jumat, 20 Jan 2012 11:19 WIB
Foto: Foto: ksuperioridad.wordpress.com // perfect-wedding-day.com
Jakarta - Di restoran-restoran Cina, kita bisa menemukan fortune cookies. Kue ini berbentuk bulan sabit dengan 'belahan' di tengah. Seperti huruf C jika dari atas. Di dalamnya ada secarik kertas bertulisan yang berisi pepatah atau ramalan.

Fortune cookies identik dengan Cina, padahal kue ini diperkirakan berasal dari Jepang. Pada abad ke-19, ada kue yang sangat mirip fortune cookie di Kyoto, Jepang. Namanya 'tsujiura senbei'. Bedanya, kue ini agak lebih besar, berwarna lebih gelap, serta mengandung wijen dan miso. Kertasnya diselipkan di antara 'kaki' kue, bukan di dalam kue seperti fortune cookies yang kita kenal sekarang.

Sebenarnya, fortune cookies lebih tepat dikatakan sebagai produk Amerika, karena di sinilah pabrik fortune cookies terbesar di dunia berada. Amerika juga merupakan negara pengonsumsi fortune cookies nomor satu. Di sana, kue ini biasanya disajikan di restoran Cina dan dijadikan makanan penutup.

Awalnya fortune cookies dibuat dengan tangan. Kemudian, mesin pembuat fortune cookies ditemukan, sehingga harga kue ini dapat ditekan dan dapat diproduksi secara massal. Saat ini ada sekitar 3 milyar fortune cookies yang diproduksi setiap tahun. Selain dikonsumsi di Amerika, kue ini juga diekspor ke Kanada, Inggris, Australia, Selandia Baru, India, Brazil, Meksiko, Perancis, Belanda, dan Jerman.

Ada bermacam-macam pesan yang terdapat di dalam fortune cookies, mulai dari kata mutiara hingga ramalan. Kertas di dalamnya juga sering ditulisi frase dalam bahasa Cina beserta terjemahannya. Bahkan, terkadang kertas yang berbentuk kecil memanjang tersebut ditulisi nomor lotre yang membawa keberuntungan.

Anda tertarik membuat fortune cookies? Siapkan tepung terigu, gula halus, putih telur, serta garam dan ekstrak vanila. Setelah bahan-bahan dicampur, tuang sesendok adonan ke loyang, buat menjadi bundar. Panggang hingga pinggirannya keemasan, lalu angkat dan balikkan kue.

Selagi panas, masukkan kertas bertulisan. Lipat kue menjadi berbentuk setengah lingkaran, lalu rekatkan pinggirannya. Gunakan pinggiran gelas untuk membentuk belahan pada kue. Letakkan kue di tengah-tengah pinggiran gelas, lalu tekan dan tarik ujung-ujung kue ke bawah. Letakkan di loyang muffin agar bentuknya tidak berubah saat dipanggang lagi.




(odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com