Banyak Anak Muda Percaya Tahun 2030 Orang Tidak Lagi Makan Daging

Devi Setya - detikFood Rabu, 12 Sep 2018 11:00 WIB
Foto: Istock Foto: Istock
Jakarta - Coba bayangkan jika tidak ada lagi hidangan daging di masa depan? Sebuah penelitian mengungkap banyak anak muda yakin pada 2030 orang akan jadi vegetarian.

Dilansir dari Independent (12/9) sebuah gagasan aneh baru saja dirilis ke masyarakat. Hasil penelitian mengungkap jika satu dari lima anak muda yakin kalau 12 tahun kedepan, orang tidak akan lagi makan daging.

Beradasarkan data yang ada, semakin hari semakin banyak orang yang menjadi vegetarian. Jumlahnya meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. Di Inggris misalnya, lebih dari 3,5 juta orang sekarang memilih meninggalkan produk hewani sebagai santapan.
Banyak Anak Muda Percaya Tahun 2030 Orang Tidak Lagi Makan DagingFoto: iStock
Baca juga : Jadi Vegetarian Selama 30 Tahun, Wanita Ini Terancam Lumpuh

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan YouGov untuk perusahaan teknologi ThoughtWorks, mengungkap anak muda di usia 18-24 tahun yakin jika tahun 2030 seluruh orang akan berhenti makan daging.

Para peneliti menggunakan 2.000 orang sebagai objek penelitian untuk melihat kebiasaan berbelanja rutin. Dari sini bisa dilihat orang berbelanja sambil memikirkan dampak untuk lingkungan.
Banyak Anak Muda Percaya Tahun 2030 Orang Tidak Lagi Makan DagingFoto: Istock
Sebanyak 32 persen orang menyatakan berbelanja bahan makanan yang bisa dibudidaya secara berkesinambungan. Selain itu 62 persen panelis juga mengatakan di masa depan mereka akan membeli produk yang dikemas dengan bahan ramah lingkungan.

Tak hanya itu, banyak juga orang yang mempertimbangkan harga saat berbelanja makanan. 57 persen orang mengatakan harga makanan akan jadi faktor paling penting dibandingkan jenis makanan.

Baca juga : Pria Ternyata Malu Menyantap Makanan Vegetarian, Ini Sebabnya
Banyak Anak Muda Percaya Tahun 2030 Orang Tidak Lagi Makan DagingFoto: Istock
Upaya sadar lingkungan juga diterapkan para pengusaha supermarket dan toko pengecer. Dalam beberapa tahun terakhir mereka mengalami penurunan drastis perihal penggunaan kantung plastik. Ini juga karena sekarang kantong plastik tidak bisa diperoleh secara gratis alias harus dibeli.

"Sudah waktunya bagi produsen untuk berhenti membiarkan aliran plastik yang tidak dapat didaur ulang dan merusak ke lingkungan kita," kata Judith Black, juru bicara lingkungan untuk Asosiasi Pemerintah Daerah.

"Itu perlu segera dilakukan, pemerintah sekarang harus mempertimbangkan pelarangan penggunaan plastik kelas rendah, terutama untuk penggunaan tunggal, untuk meningkatkan daur ulang." (dvs/odi)