Waduh! Turis China Ini Diusir oleh Pelayan Restoran di Osaka

Dewi Anggraini - detikFood Rabu, 13 Jun 2018 11:20 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Dua orang turis China diusir pelayan restoran di Osaka, Jepang. Mereka bahkan tidak perlu membayar makanan yang sudah dimakan. Ada apa, ya?

Masyarakat Jepang memang dikenal dengan kebiasaan makan yang bersih dan sopan. Ada banyak etiket makan yang wajib diketahui bila berkunjung ke negeri sakura itu. Apalagi soal kebersihan saat makan. Tidak heran kalau beberapa waktu lalu viral dua orang turis China yang disebut punya prilaku 'menjijikan' oleh salah satu pelayan restoran All You Can Eat Gyu-Kaku BBQ, Osaka.
Waduh! Turis China Ini Diusir oleh Pelayan Restoran di OsakaFoto: Istimewa
Baca juga: Agar Sesuai Tata Krama, Ini 7 Tata Cara Makan Jepang Buat Pemula

Insiden ini viral lantaran salah seorang wanita tadi merekam kejadian tersebut. Dalam video yang direkam awal bulan lalu, seorang pelayan terlihat meminta kedua wanita itu untuk keluar dari restoran.

"Anda tidak perlu membayar. Silahkan keluar. Ini benar-benar terlalu banyak, saya belum pernah melihat perilaku yang mejijikan seperti itu sebelumnya," tutur sang pelayan seperti dalam keterangan video yang diunggah salah satu pengguna Weibo. Karenanya video ini jadi viral di media sosial China.

Dikutip dari salah satu media Jepang, sang pelayan menceritakan kejadian viral ini. Menurutnya, kedua wanita itu memilih menu perasmanan selama 90 menit. Namun keduanya melewati batas waktu tersebut. Pelayan itu juga menemukan kulit udang yang berserakan di atas meja makan mereka.
Waduh! Turis China Ini Diusir oleh Pelayan Restoran di OsakaFoto: Istimewa
Namun kedua wanita itu justru merasa diperlakukan tidak adil. Mereka merasa kalau restoran Gyu-Kaku BBQ melakukan diskriminasi mereka lantaran mereka warga China.

Wanita yang merekam kejadian ini juga menambahkan kalau sang pelayan makin kesal saat dirinya mulai merekam.

Kedua wanita itu akhirnya keluar dari restoran seusai membayar tagihan. Tapi sang pemilik restoran menghampiri mereka dan mengembalikan uang yang dibayarkan tadi.

Melihat kejadian ini, warga China justru merasa kurangnya bukti nyata soal kejadian yang sebenarnya. Tidak ada bukti jelas soal restoran yang diskriminatif sekaligus bukti yang menunjukkan dua wanita tersebut benar-benar punya 'prilaku yang menjijikan', lapor Nextshark (13/6).

Baca juga: Tata Cara Makan di 10 Negara Ini Wajib Diketahui oleh Traveler (1) (dvs/odi)