Orang Osaka Kini Mulai Jarang Makan Takoyaki, Kenapa Ya?

Dewi Anggraini - detikFood Senin, 04 Des 2017 14:44 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Camilan berbentuk bola dengan rasa gurih ini kini populer di Indonesia. Tapi di Osaka, di tempat asalnya justru mulai surut kepopulerannya.

Pertama kali camilan ini diperkenalkan oleh The Ikunoku Ward, Osaka, dengan nama radioyaki tahun 1933. Radioyaki ialah adonan bulat yang berisikan daging dan soy sauce. Nama radio dipakai untuk menciptakan kesan mahal yang sama dengan elektronik ini.

Namun, banyak konsumen yang menginginkan isian oktopus dari pada daging. Tahun 1935 munculah takoyaki yang menggantikan radioyaki. Tako adalah oktopus dalam bahasa Jepang. Popularitas takoyaki pun naik di berbagai wilayah di Jepang.

Orang Osaka Kini Mulai Jarang Makan Takoyaki, Kenapa Ya?Foto: Istimewa

Di tempat asalanya Osaka, takoyaki sangat digandrungi. Hampir di setiap sudut jalan ada penjual takoyaki. Di sana Anda juga bisa menemukan takoyaki dengan beragam rasa seperti rasa soda, Pringles, dan karamel.

Baca Juga : Nyam! yang Terbaru dari Osaka Takoyaki Hitam Pekat

Karena orang di Osaka sangat gampang memperolehnya, banyak yang mengatakan orang melahap takoyakinya seperti main game Pac man. Hingga dibuat poster game Pac Man dengan mengganti titik yang biasa mereka makan dengan takoyaki.

Tapi berdasarkan survei oleh Sankei Shimbun West, 75% penduduk Osaka memakan takoyaki sebulan sekali atau bahkan lebih jarang dari itu, lapor Rocket News (29/11).

Mereka menanyai 50 orang penduduk di pusat kota Osaka mengenai takoyaki. Sebanyak 44 orang menyukainya dan 6 lainnya menyukainya dengan biasa saja. Karenanya disimpulkan bahwa tak ada orang yang tidak menyukai takoyaki.

Orang Osaka Kini Mulai Jarang Makan Takoyaki, Kenapa Ya?Foto: Istimewa

Saat 44 orang tersebut ditanya seberapa sering mereka memakan takoyaki, didapati hal mengejutkan. Sebanyak11 orang memakan takoyaki dua sampai empat kali sebulan. Sebanyak 26 orang mengaku memakan takoyaki sebulan sekali hingga tiga bulan sekali. Sedangkan 7 lainnya hanya memakan takoyaki tiga kali dalam setahun.

Mengapa penduduk Osaka jarang mengonsumsi makanan khas daerahnya? Ada yang menyebutkan kalau mereka bisa memakan takoyaki kapan saja, tidak sempat membeli, dan bahkan ada yang merasa harga takoyaki mahal, setara dengan harga nasi dan kari.

Bisa jadi ini karena takoyaki berada di area abu abu. Bisa jadi camilan atau makanan utama. Jika sebagian orang bilang tidak ada keuntungan memakan takoyaki, itu karena takoyaki terlalu berat sebagai camilan. Sebaliknya, jika sebagai lauk makan, banyak orang yang malu melakukannya. Walau ada juga orang Jepang yang makan takoyaki dengan nasi.

Orang Osaka Kini Mulai Jarang Makan Takoyaki, Kenapa Ya?Foto: Istimewa

Walau demikian, banyak orang di Osaka yang dengan senang hati menerima jika ditawari takoyaki. Tapi makanan ini tidak cocok bagi mereka yang sedang diet.

Walau animo penduduk lokal pada takoyaki berkurang, tidak menyurutkan niat penjual takoyaki untuk berjulan di sana. Usaha ini masih menguntungkan karena banyak turis yang ingin mencicipi takoyaki asli Osaka. Jadi jangan khawatir bagi Anda yang ingin datang khusus ke Osaka demi mencicipi hidangan ini.

Baca Juga: Kalau ke Osaka, Jangan Lupa Jajan Takoyaki Enak di 8 Tempat Ini

(adr/odi)