Pasar Makanan Halal Kian Meningkat di Kanada

Maya Safira - detikFood Jumat, 05 Mei 2017 15:58 WIB
Ilustrasi: SIPA Ilustrasi: SIPA
Jakarta - Perkembangan muslim di Kanada telah menyebabkan peningkatan penjualan makanan halal. Banyak produsen dan restoran ikut mencari cara mendapat keuntungan dari produk halal.

"Ini merupakan bisnis besar. Bisnis bernilai $80 miliar di seluruh dunia. Di Kanada sekitar $1 miliar dan terus tumbuh. Sekitar 10-15 persen per tahun yang mana cukup signifikan. Lebih dari kategori lainnya," ungkap Sylvain Charlebois, profesor dalam distribusi makanan dan kebijakan di Dalhousie University, seperti dikutip dari News1130 (20/4).

Pasar Makanan Halal Kian Meningkat di KanadaIlustrasi: Getty Images


Orang-orang di Kanada melihat semakin banyak produk halal yang tersedia di jaringan supermarket besar. Akan tetapi kompleksitas rantai pasokan telah menyebabkan kekhawatiran akan penipuan atau pelabelan tidak sesuai.

Menurut Imam Omar Subedar, COO Halal Monitoring Authority of Canada, mengatakan adanya kontaminasi dan perlunya penelusuran produk jadi faktor yang memicu pembentukan badan pengawasan halal tersebut. Sebuah presentasi tentang penyimpangan dalam halal industri yang dihadirinya tahun 2004 memberi pencerahan.

"Sayangnya halal sudah banyak disalahgunakan dan inilah mengapa CFIA (Canadian Food Inspection Agency) telah terlibat, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah tidak terlibat dalam agama, tapi untuk halal mereka melakukannya karena malpraktek terus terjadi," ujar Subedar.

Saat ini ketersediaan produk halal di Kanada lebih banyak. Peritel ikut menjual produk halal, tidak hanya toko-toko kecil. Misalnya saja Sobeys Inc meluncurkan toko Chalo Freshco tahun 2015 dengan pembagian tempat daging halal dan non-halal. Di sana ada juga ragam nasi, rempah-rempah, lentil dan camilan untuk konsumen Asia Selatan.

Sementara Loblaw Companies Ltd meluncurkan merek produk halal sendiri, Sufra. Mereka pun menjual dari merek lain untuk ayam, daging sapi, domba, yogurt, kalkun dan permen.

Salima Jivraj, pendiri Halal Food Festival Toronto pada tahun 2012 dan membuat situs Halalfoodie.ca, menyebut banyak orang muslim tidak sadar memakan produk non-halal.

"Imigran datang ke Kanada dan mereka mungkin belum tentu tahu kalau perlu mencari produk halal. Berasal dari negara-negara yang menyediakan 100 persen halal, ini jadi sebuah konsep baru untuk mereka," kata Jivraj.

Pasar Makanan Halal Kian Meningkat di KanadaIlustrasi: Getty Images


Membaca label tidak selalu memberi seluruh informasi produk. Sebab permen, yogurt, jelly, kue hingga produk farmasi bisa mengandung gelatin yang berasal dari babi. Shortening hewani seperti lard (lemak babi) dan ragi bir tidaklah halal. Begitu juga ekstrak vanila yang mengandung alkohol.

"Akan ada semakin banyak permintaan (halal) untuk bakery, produk permen, olahan susu termasuk keju karena banyak produk sampingan hewan ditemukan dalam makanan dan konsumen juga menyadarinya dan mereka lebih waspada terhadap produk yang dibeli," tambah Jivraj.

Adapun jaringan makanan cepat saji besar seperti KFC, Popeyes dan Nandos telah menambah pilihan halal pada menu mereka. Sementara The Halal Guys juga membuka cabang di Toronto pada 5 Mei ini.

"Jika ada lebih banyak makanan yang ditawarkan pada konsumen, mereka akan membeli lebih banyak lagi," sebut Charlebois mengenai tumbuhnya produk halal.
(msa/odi)