Kini Makanan Halal Makin Digemari Warga Amerika

Maya Safira - detikFood Sabtu, 17 Sep 2016 11:00 WIB
Foto: Getty Images/The Halal Guys
Jakarta - Tren kuliner halal makin naik daun di Amerika. Tidak hanya dinikmati muslim, tapi juga para penggemar makanan.

Amerika Serikat sering dianggap kurang bersahabat dengan Islam. Meski begitu, penjualan makanan halal ternyata berkembang cepat di sana. Penikmatnya tak sekedar penduduk muslim Amerika.

Salah seorang muslim Amerika, Shahed Amanullah, mengatakan ia hanya menemukan sekitar 200 tempat dengan makanan halal pada tahun 1998. Ketika itu ia mulai meluncurkan situs untuk membantu orang Amerika mencari makanan halal.

Sekarang ia menemukan 7.600 tempat makanan halal. Menurutnya halal membuat terobosan bahkan bagi orang-orang Amerika yang waspada terhadap muslim.

"Makanan merupakan perantara terbaik untuk berbagi budaya," ujar Amanullah seperti dilansir dari Bloomberg (14/09).


Ketika makanan halal lebih mudah didapat di Amerika, The Halal Guys ikut berperan. Makanan kaki lima yang memadukan daging halal dan gyro itu disukai masyarakat Amerika. Mereka menyukai rasanya, bukan karena halal. Popularitasnya membuat The Halal Guys punya cabang dimana-mana. Seperti di New York, Chicago dan California.

"Ini adalah tempat yang harus dikunjungi untuk makan di New York. Tak ada hubungannya dengan bagaimana mereka memperlakukan hewan," ucap Alejandro Nova, warga Kolombia yang berkunjung ke The Halal Guys.

Di Amerika memang terbuka jalan bagi makanan suatu etnis berubah jadi mainstream. Ini telah berlangsung sejak lama dengan makanan Italia. Kemudian terjadi pula pada makanan kosher, yang cukup dekat dengan halal.

Pada tiap tingkat jaringan makanan Amerika, halal telah menempati bagian kecil. Namun mampu berkembang pesat, sebut Bloomberg.

Menurut Islamic Food and Nutrition Council of America terjadi kenaikan penjualan halal mulai dari restoran sampai supermarket. Lembaga yang mensertifikasi makanan halal ini memproyeksikan penjualannya mencapai $20 miliar tahun ini. Naik sepertiga dari tahun 2010.

Whole Foods Market Inc. yang termasuk pelopor penjualan halal di Amerika, menempatkan halal dalam kategori paling cepat berkembang. Pertumbuhan penjualannya mencapai dua digit tiap tahunnya selama 5 tahun terakhir. Whole Foods pun sudah menjalankan promosi Ramadan sejak 2011.


Adnan Durrani, CEO American Halal Co. pembuat merek halal Saffron Road, memprediksi sebanyak 80 persen konsumen yang membeli produknya bukan bertujuan mengikuti aturan Islam. Namun hanya pencinta makanan yang ingin menikmati makanan beku berkualitas lebih baik. Saffron Road termasuk salah satu produk favorit di Whole Foods.

Meski begitu, perusahaan besar ternama dalam makanan kemasan belum sepenuhnya berkomitmen akan penyediaan makanan halal di Amerika. Mondelez International Inc. yang banyak mengeluarkan camilan halal di negara mayoritas muslim, hanya menjual sedikit produk halal di Amerika. Nestle dengan 151 pabrik halal dan ratusan produk halalnya tersebar di dunia, menjual makanan halal terutama di unit layanan kesehatan Amerika yang memasok ke rumah sakit.

Krishnendu Ray, associate professor studi pangan di NYU Steinhardt, mengatakan itu mungkin terjadi karena halal "tertahan oleh stigma" yang dikaitkan beberapa orang Amerika terhadap Islam. "Atau, ini (halal) akhirnya bisa seperti kosher, yang dianggap lebih segar, makanan lebih baik," tambahnya,

Melihat demografi penduduk, makanan halal nampak cukup menjanjikan. Tahun lalu ada 3,3 juta muslim Amerika. Angka diperkirakan bisa tumbuh jadi 8,1 juta pada tahun 2050. Pew Research Centre menyebut sekitar separuh jalan dari waktu itu, muslim akan melampaui Yahudi sebagai kelompok agama non-Kristen terbesar di Amerika Serikat.

(adr/odi)