Produksi Bahan Baku Pangan Halal Makin Diminati Negara Non-Muslim

Maya Safira - detikFood Kamis, 28 Jul 2016 16:25 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Bahan baku halal diakui semakin menarik minat negara non-muslim. Indonesia pun banyak mengimpor bahan baku tersebut.

Pada konferensi pers Food Ingriedient Asia 2016 (27/07), Ir. Adhi S. Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), sempat mengangkat prospek industri bahan pangan. Topik bahan baku halal jadi pembuka pembahasan.

Menurutnya, Indonesia masih banyak mengimpor bahan baku makanan dan minuman dari luar. Padahal lebih baik jika bisa membuat sendiri, terutama untuk memenuhi kebutuhan halal.

"Kenapa tidak eksplor dari dalam negeri, padahal industri makanan dan minuman cukup berkembang. Apalagi butuh ingredient halal. Banyak pihak dari luar yang masuk menawarkan bahan-bahan halal," ujarnya.



Ia menyampaikan bahwa saat ini hampir semua bahan diminta halal. Sebab produsen memang ingin mengeluarkan produk-produk halal, meski banyak yang belum mendapat sertifikat. Adanya permintaan halal dari masyarakat membuat bahan baku halal memiliki nilai lebih.

"Semua bahan baku halal lebih diminati masyarakat. Mau gula saja minta halal. Karena memang penduduk kita banyak muslim. Saya kira hampir semua produsen-produsen besar selalu minta sertifikat halal," lanjut Adhi.

Bahan baku halal ini tak hanya jadi perhatian negara mayoritas muslim. Adhi mengakui minat dari negara-negara non-muslim semakin meningkat terhadap halal sejak 2013. Seperti China, Jepang, dan Korea. Bahkan negara-negara ini punya badan promosi untuk produk-produk halal, tambah Adhi.

"Korea sedang membuat Korea halal hub. Kalau kita ke China ada namanya halal news, halal list restaurant. Bahkan Indonesia kalah," ia mencontohkan.



Terkait ketersediaannya, Adhi menyebut kebanyakan bahan baku pangan halal juga masih impor. Hampir semua pasokan bahan baku halal baik dari Eropa, Amerika dan Asia pasti diminta sertifikasi halal. Termasuk flavor dan hampir semua bahan baku lainnya.

Namun perlu proses bagi bahan baku halal dari negara luar untuk mendapat sertifikasi.

"Kalau negara sudah punya kerja sama dengan LPPOM MUI, bisa minta (sertifikasi) di negara tersebut. Sudah banyak di Jepang, Eropa sudah ada. Jadi bisa mengajukan dari sana. Tapi kalau yang belum ada kerja sama dengan LPPOM MUI, itu yang susah harus kirim orang dari sini minimal 2 orang untuk mengecek pabrik di sana. Kita bisa bayangkan saja biayanya berapa, waktunya dan lain sebagainya," pungkas Adhi. (msa/odi)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
Newsfeed