Undang-Undang Halal Diharapkan Bisa Mendorong Ekspor Daging dari Filipina

Undang-Undang Halal Diharapkan Bisa Mendorong Ekspor Daging dari Filipina

Maya Safira - detikFood
Senin, 06 Jun 2016 17:57 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Halal semakin dilirik pasar Filipina. Terdapat sebuah aturan halal baru untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor daging di sana.

Mantan Presiden Filipina, Benigno Aquino, telah menandatangi sebuah undang-undang ekspor halal. Ini diharapkan bisa mendorong ekspor daging Filipina ke Timur Tengah, lapor Global Meat News (06/06).

Saat ini kebanyakan ekspor daging Filipina berupa daging olahan, termasuk corned beef dan hot dog. Begitu juga dengan nugget dan bebek Peking beku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Philippine Halal Export Development and Promotion Act akan menciptakan formasi kerja halal baru dan menyediakan peningkatan fasilitas proses halal. Termasuk tempat penjagalan, gudang, dan laboratorium.

Undang-undang juga memberikan insentif fiskal dan non-fiskal untuk menarik investasi dalam sektor ekspor halal. Lebih lanjut lagi, menetapkan logo halal Filipina baru. Meski aturan mulai berlaku pada 31 Mei, namun anggaran belum diungkapkan.



"Ekspor daging Filipina, termasuk kepada dunia Islam, masih marjinal, karena terbatas dari sektor peternakan dalam negeri," ungkap Abdul Rahman Linzag, presiden Islamic Da'wah Council of the Philippines (IDCP), salah satu dari 5 otoritas akreditasi dan sertifikasi halal yang diakui.

Ia menambahkan bahwa produsen daging dari wilayah sekitar Filipina bisa mendapat keuntungan dari peningkatan ekspor halal. Namun Mindanao (pulau yang didominasi muslim) tidak begitu mendapat keuntungan karena wilayah ini fokus pada seafood dan beberapa produk pertanian selain daging.

Halal pun dianggap bisa menguntungkan secara domestik. Menurut Linzag, sertifikasi halal daging Filipina tidak hanya menjadi perhatian konsumen muslim. Tapi juga non-muslim yang jadi mayoritas di Filipina. Mereka semakin melihat sertifikasi halal sebagai sertifikasi kualitas yang nyata.

"Karena sertifikasi daging halal memerlukan banyak proses, mulai dari kami memantau fasilitas produksi ternak luar negeri sampai pengawasan pengolah daging lokal, hasil akhirnya adalah produk daging yang dapat diandalkan," jelas Linzag ke Global Meat News.



Meski begitu, undang-undang masih menjadi kontroversi dikalangan muslim Filipina. Karena ada pergeseran otoritas terkait halal dari National Commission on Muslim Filipinos (NCMF) yang menghubungkan pemerintah dan minoritas muslim Filipina, menjadi departemen perdagangan dan industri yang didominasi Katolik. (msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads