Dilansir dari Business Standard (16/05), pengeluaran dunia untuk makanan halal diperkirakan naik 10,8 persen tiap tahun sampai 2019. Menciptakan sebuah industri internasional bernilai $3,7 triliun.
'Global Islamic Economy Report' menyatakan bahwa sektor makanan halal sendiri diperkirakan tumbuh sampai $2,357 triliun pada 2019. Naik dari $795 miliar pada tahun 2014, yang mengambil bagian 21,2 persen dari pengeluaran pangan global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Melihat adanya peningkatan permintaan untuk makanan bersertifikat halal, penerbangan di seluruh dunia pun sangat ingin memasuki pasar ini. Sehingga mendorong pemasok untuk mengembangkan produk baru dan meningkatkan kapasitas produksi mereka, sebut laporan.
"Ada pertumbuhan kuat akan permintaan makanan halal beku di maskapai penerbangan. Kami telah menyaksikan pertumbuhan dua digit dalam satu tahun terakhir dan pada tahun 2016, kami mengharapkan bisa memasok lebih dari 40 juta makanan," ujar Matthieu Roussel, Commercial Director Airlines & Food Service untuk Delta DailyFood Canada, yang memproduksi dan memasok makanan beku bersertifikat halal ke lebih dari 30 penerbangan di seluruh dunia.
Roussel memprediksi pertumbuhan akan terus berlangsung. Karena ada peningkatan besar dalam jumlah penumpang pesawat dan maskapai yang fokus pada katering untuk segmen pelanggan yang mengonsumsi makanan bersertifikat halal.
![]() |
Sementara itu, penerbangan di Timur Tengah juga berusaha memberi kenyamanan dan pengalaman terbang positif bagi penumpang. Katering untuk preferensi makanan penumpang dan penyediaan pilihan makanan inovatif serta berkualitas tinggi dianggap jadi faktor penting dalam menentukan kepuasan konsumen.
"Penumpang pesawat, terutama yang sering bepergian, semakin tumbuh kesadaran akan kesehatan. Dan mereka ingin tetap sehat bahkan saat sedang di perjalanan," pungkas Farnaz Farzanrad, Business Development Manager Distinguish Union General Trading, sebuah perusahaan ekspor-impor berbasis di Dubai. (msa/odi)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN