#HalalChallenge, Tantangan Menempatkan Daging Babi di Dekat Makanan Halal

Maya Safira - detikFood Rabu, 13 Apr 2016 15:00 WIB
Foto: Unsertirol24/Deutsche Welle
Jakarta - Media sosial di Jerman sedang diramaikan dengan kampanye #HalalChallenge. Kampanye anti-halal itu mendorong orang untuk menempatkan daging babi di bagian produk halal di supermarket.

Aktivis #HalalChallenge menyebut halal merupakan cara pembunuhan tidak etis bagi hewan, lapor RT.com (11/04). Meski mereka mengatakan kampanyenya berkaitan dengan hak hewan, tapi pihak lain mengatakan hal tersebut adalah serangan bagi muslim.

Menurut laman Facebook pembuatnya, dalam #HalalChallenge orang akan ditantang untuk menempatkan babi di #halalcounter supermarket. Kemudian mereka diminta merekam aksi itu dan mengunggah videonya dalam Facebook, Instagram atau YouTube.



Di akhir video mereka harus merekomendasikan teman untuk berpartisipasi. Teman itu harus melakukan hal yang sama. Mirip dengan Ice Bucket Challenge yang pernah populer.

Para pendukung kampanye mengatakan aksi bertujuan memberikan kesadaran pada masyarakat mengenai metode dalam produksi daging halal. Mereka menyebut cara halal langsung memotong hewan langsung dengan pisau tanpa suntikan atau gas.

"Kami mencoba membuat publik paham, apa artinya penyembelihan halal dan itu tantangan kami," ucap salah satu aktivis pada RT.



Aktivis juga mengatakan tidak ingin aturan agama lebih dari hak hewan. "Islam mengambil alih di Jerman, dan mereka mendapat semakin banyak hak, dan itu juga sebuah hal yang sangat buruk," lanjutnya.

Namun beberapa orang menuduh target kampanye itu adalah muslim di Jerman. Melalui kedok membela hak binatang.

"Masalah hak asasi hewan jadi instrumen untuk menargetkan muslim. Mereka tidak akan berani, misalnya, melakukan hal ini dengan tujuan komunitas Yahudi dan daging kosher," ucap Reza Karim dari Islamic Human Rights Commission.

Reza juga mengatakan bahwa bukti ilmiah telah menunjukkan kalau penyembelihan hewan untuk daging halal sebenarnya membuat hewan kurang mengalami penderitaan dibanding metode lainnya.



Menurut pemberitaan Deutsche Welle (02/04), kebanyakan pendukung kampanye #HalalChallenge dikenal akan aktivisme sayap kanan. Bukan aktivisme terkait hak hewan. Diikuti juga oleh pelaku gerakan anti-imigrasi di Jerman.

Mereka yang mendukung kampanye pun ikut menyebar ke luar Jerman. Ada yang dari Inggris, Meksiko dan negara lainnya. Akan tetapi banyak pengguna hashtag #HalalChallenge justru dari orang yang menentangnya.

Kampanye #HalalChallenge bukan yang pertama memakai babi untuk melawan muslim. Awal bulan ini, rumah Duta Besar Maroko di Prancis ditaruh kepala babi.

Pada bulan Desember lalu, serangkaian insiden kepala babi terjadi di sejumlah negara. Kepala babi ada yang ditaruh di luar sekolah muslim Lancashire, Inggris dan depan masjid Philadelphia. Begitu juga kepala babi yang ditinggalkan di toilet tempat ibadah muslim di sebuah universitas Australia.

(msa/odi)