Rakornas LPPOM MUI Hasilkan Kesepakatan Sertifikasi Halal untuk Hadapi Pasar MEA

Maya Safira - detikFood Rabu, 17 Feb 2016 10:48 WIB
Ilustrasi: Detikfood Ilustrasi: Detikfood
Jakarta - Pekan lalu ​LPPOM MUI menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Ada beberapa hasil penting berupa kesepakatan yang diperoleh dari rakornas ini.

Setelah pembukaan Rakornas di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengadakan rapat pada 10-12 Februari 2016. Di sini hadir para pimpinan dari LPPOM MUI Provinsi seluruh Indonesia.

Dalam Rakornas, LPPOM MUI melakukan pembahasan mendalam dengan eksplorasi berbagai permasalahan yang ada. Termasuk perihal sertifikasi halal dalam menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN dan peningkatan SDM yang kompeten. Begitu pula dengan bahasan prinsip dan proses sertifikasi halal.

Berikut selengkapnya Hasil Kesepakatan Rakornas LPPOM MUI, berdasarkan rilis media yang diterima Detikfood (16/02).

Dalam rangka menghadapi era pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), LPPOM MUI seluruh Indonesia siap melaksanakan sertifikasi produk, barang gunaan dan jasa yang beredar di Indonesia, sesuai prinsip dan proses sertifikasi halal, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang (UU) No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).
 
LPPOM MUI seluruh Indonesia menerapkan standar yang sama dalam pelaksanaan sertifikasi halal, sesuai pedoman HAS 23000.
 
Prinsip sertifikasi halal adalah:
a) Terukur; memiliki rentang waktu proses sertifikasi halal yang pasti dan dituangkan dalam sasaran mutu sertifikasi yang ditetapkan.
b) Objektif; netral dan bebas dari kepentingan dan tekanan dalam pelaksanaan proses sertifikasi halal.
c) Transparan dan akuntabel; setiap proses dan hasil yang ditetapkan dapat dipertanggung-jawabkan.
 
Proses sertifikasi halal itu sendiri meliputi:
a) Traceability (tertelusur); semua bahan dan proses dapat ditelusuri secara ilmiah, bak melalui dokumentasi maupun kajian ilmiah lainnya.
b) Otentikasi; analisa laboratorium untuk membuktikan bahwa pada produk yang disertifikasi tidak mengandung bahan yang diharamkan.
c) Sistim; menerapkan Sistim Jaminan Halal (SJH) yang dapat menjamin konsistensi produksi halal.
 
LPPOM MUI seluruh Indonesia senantiasa meningkatkan profesionalitas dan integritas serta bersama-sama meningkatkan syiar halal.
 
LPPOM MUI seluruh Indonesia senantiasa meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, baik untuk Pengurus, Karyawan maupun Auditor Halal, sebagai bagian dari profesionalitas kelembagaan.
 
LPPOM MUI seluruh Indonesia siap melakukan penerapan sistim DPLS 21 dan terakreditasi oleh lembaga yang berwenang sebagai bentuk pengakuan kompetensi LPPOM MUI dalam melakukan sertifikasi halal.

(msa/odi)

Menu Ke-30 : Sayur Gurih Rebung dan Sayur Gurih Pepaya Siap Jadi Pelengkap Makan Ketupat

Menu Ke-30 : Sayur Gurih Rebung dan Sayur Gurih Pepaya Siap Jadi Pelengkap Makan Ketupat