Awalnya Profesor Seiichi Kasaoka dari Fakultas Kesehatan dan Gizi Bunkyo University, bulan Oktober lalu membantu bisnis halal yang baru berdiri, Tsutau Co., di Arakawa Ward, Tokyo. Presiden Tsutau, Mai Hieda, mengatakan mereka ingin membantu Muslim dalam kehidupan sehari-harinya melalui resep yang ditawarkan.
Laporan The Asahi Shimbun (06/01) menyebut beberapa mahasiswa di Bunkyo University lalu memiliki ide membuat resep untuk hidangan halal. Profesor Kasaoka yang pernah tinggal diantara Muslim pun menyetujui ide pelajar junior dan senior di seminarnya.
Pelajar di sana kemudian muncul dengan 40 ide resep halal. Termasuk chicken wings, stew daikon dan udon.
Sebelum pelajar mulai membuat resepnya, Hieda memberi gambaran tentang halal. Begitu juga dengan bahan yang dilarang penggunaannya. Seperti babi dan alkohol.
Hieda meminta pelajar untuk membuat resep dengan sentuhan masakan rumahan Jepang. Ada beragam resep yang ditulis mulai dari makanan sehari-hari sampai dessert. Salah satunya Bonito Garlic Steak, kreasi Natsumi Nakajima.
“Saya pikir saya akan membuat makanan memakai ikan Jepang yang enak. Kami (orang Jepang) memakai alkohol untuk merebus ikan, sehingga saya membuatnya jadi gaya Barat (tanpa alkohol),” jelas Nakajima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Asuka Iwashita, membuat Adzuki Bean Soup with Satsuma-imo Sweet Potato. “Saya membuat makanan yang mudah dan Muslim bisa yakin bahwa ini halal,” ucap Iwashita.
Hasil resepnya dipublikasikan dalam situs www.halalrecipes.jp yang hadir sejak 25 November lalu. Bahasa Jepang dipakai dalam situs, namun terdapat bantuan Google Translate untuk menerjemahkan ke beberapa bahasa lain termasuk Inggris dan Indonesia.
Selain metode masak dan bahan, situs ini memberikan keterangan waktu memasak dan nilai kalori makanan. Halal Recipes Japan menjelaskan pula cara memilih bahan dan bumbu bagi Muslim. Contohnya shoyu bersertifikat halal tanpa kandungan alkohol.
Kini gabungan resep dari Hieda dan pelajar Bunkyo University dalam situs sudah mencapai lebih dari 100 resep. Rencananya resep akan terus bertambah ke depannya. Melalui upaya tersebut, mereka menciptakan jalan bagi Muslim menikmati makanan Jepang.
“Saya harap orang Jepang juga akan menggunakan resep ini untuk menyiapkan makanan bagai Muslim,” ujar Hieda, seperti dilansir dari The Asahi Shimbun (06/01).
Beberapa tahun belakangan memang telah tumbuh pengertian akan gaya hidup Muslim di Jepang. Sehingga semakin meningkat usaha yang dilakukan penduduk setempat menyiapkan makanan halal.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN