Kerja Sama dengan AEON, Malaysia Dorong Ekspor Produk Halal ke Jepang

Maya Safira - detikFood Kamis, 31 Des 2015 15:59 WIB
Foto: nice-japan/sinarharian Foto: nice-japan/sinarharian
Jakarta - Jepang semakin membuka peluang terhadap pasar halal. Dalam upaya memperkuat layanan dan produk halal Malaysia di Jepang, Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) bekerjasama dengan ritel AEON Co (M) Bhd.

Menurut laporan Halal Focus, MATRADE membuat pengarahan pada perusahaan Malaysia terkait kesempatan ekspor di Jepang beberapa waktu lalu. Program ini menjadi bagian usaha mendorong perusahaan Malaysia memasuki industri halal di Jepang. Sebab diperkirakan ada peningkatan permintaan akan produk dan layanan halal selama Olimpiade Tokyo 2020.

Olimpiade Tokyo yang akan berlangsung 24 Juli sampai 9 Agustus 2020, memberi kesempatan besar bagi perusahaan Malaysia. Terutama pada merek produk halal.

Dalam persiapan Olimpiade, sudah ada usaha berkelanjutan dari perusahaan Jepang untuk memastikan produk halal bisa terpenuhi. Baik bagi olahragawan, turis dan populasi Muslim di Jepang.

Hal ini pun disampaikan CEO MATRADE, Dzulkifli Mahmud. Permintaan produk halal diharapkan bisa meningkat signifikan menjelang Olimpiade 2020 dan Paralimpiade, ujarnya. Kegiatan tersebut akan menarik wisatawan Muslim dari seluruh dunia.

"Kerja sama ini memungkinkan produk halal Malaysia dipamerkan di 25 cabang AEON seluruh Jepang," ucap Dzulkifli, seperti dilansir dari Sinar Harian (22/12).



Dalam pertemuan yang berlangsung di Menara MATRADE itu, perusahan Malaysia diberi penjelasan singkat mengenai strategi masuk ke pasar Jepang melalui AEON. Dijabarkan pula persyaratan dan prosedur untuk memasok produk ke supermarket AEON di Jepang.

Laporan Sinar Harian pun menyebut MATRADE menargetkan ada 30 perusahaan dan merek lokal di sektor makanan sekaligus minuman bisa masuk ke pasar Jepang melalui ritel besar AEON. Diantara produk yang akan dibawa masuk seperti produk siap makan, rempah dan buah-buahan tropis.

Foto: Sinar Harian

Dzulkifli menambahkan sudah ada enam perusahaan yang berhasil masuk ke pasar Jepang melalui kerja sama tersebut. Diharapkan dalam waktu dua tahun ada 50 perusahaan lokal Malaysia yang masuk ke Jepang.

(msa/odi)