Laporan Channel News Asia (17/11) menyebut negara ini mulai mengekspor produk seperti ayam bersertifikat halal. Tapi tidak makanan populer lainnya seperti cumi-cumi dan makarel.
Selain itu, penjualan makanan halal yang lebih mudah adalah rumput laut. Makanan ini sangat populer diantara orang Korea, terutama bagi wanita yang baru melahirkan.
Kim Yang Chun, kepala Gijang Mulsan asal Busan yang terkenal dengan rumput laut, menyebut sudah mendapat sertifikat halal untuk produknya. Kini ia berharap bisa melakukan ekspor. Namun ia tidak yakin harus memulai dari mana.
"Saya ketahui di Timur Tengah, ada hal seperti sertifikasi halal. Dan saya pikir jika saya melakukan sertifikasi produk, saya bisa mulai mengekspor ke Timur Tengah. Tapi semua berhenti setelah itu," ujarnya.
Beberapa perusahaan lainnya berada dalam situasi sama. Mereka mempelajari bahwa membuat produknya jadi bersertifikat halal hanyalah langkah awal. Ada masih banyak hal lagi yang perlu dilakukan.
Kota Busan pun telah membuat tim untuk membantu perusahaan asal sana, seperti Gijang Mulsan, untuk mendapat sertifikat halal. Sekaligus berani melakukan ekspor ke Timur Tengah.
Busan yang terletak di wilayah selatan Korea mempunyai pasar seafood terbesar di sana. Kota pelabuhan ini menjual berton-ton ikan tidak hanya dari Korea Selatan tapi seluruh dunia tiap harinya.
Sementara itu halal memang masih menjadi istilah baru di kalangan masyarakat Korea. Sebab hanya ada sekitar 30.000 muslim tinggal di negara itu.
Halal mulai menjadi perbincangan ketika Presiden Park Geun-hye mengunjungi Timur Tengah awal tahun ini. Dengan langkah awal yang dilakukan, Korea Selatan bertujuan menjadi pemain lebih besar dalam dunia muslim yang memegang 23 persen populasi global.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN