Laporan The Asahi Shimbun (11/11) menyebut Tottori University yang berlokasi di kota Tottori menyajikan menu halal sejak 9 November lalu. Hal ini disambut baik oleh pelajar muslim di sana.
Seperti yang dialami Muhammad Saifful Yaser, seorang pelajar asal Malaysia. Ia mencoba hidangan kari yang memakai ayam bersertifikat halal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pihak Tottori University, beberapa pelajar muslim sempat mengeluh satu-satunya makanan yang bisa disantap di kafetaria adalah salad. Komplain itu memicu pengelola kafetaria kampus berbicara dengan pelajar asing mengenai penambahan menu pada musim semi tahun ini.
Hasil dari diskusi, pengelola membuat kari khusus untuk pelajar muslim. Mereka juga memisahkan alat masak untuk kari baru itu. Proses masak pun dilakkan di tempat berbeda agar aroma dari makanan lainnya tidak terserap dalam kari.
Tahun ini, sekitar 30 orang pelajar asing di sana adalah muslim. Baik dari Sudan dan Mesir.
Pada 9 November, 8 dari 30 pelajar mencoba menu kari halal. Menu baru diakui membuat mereka bisa makan dengan tenang.
"Kami dapat belajar mempertimbangkan apa yang harus diberikan (dalam memasak makanan halal). Mulai saat ini, kami ingin membuat menu baru seperti makanan dengan seafood," ujar Hiroki Kaseno dari pengelola kafetaria kampus.
Layaknya Tottori University, bisnis setempat juga mulai menawarkan menu halal bagi pelajar muslim. Di area dekat kampus Tottori University, gerai Sunaba Coffee Koyama ikut menyediakan menu halal.
Sementara itu pada waktu bersamaan, kafetaria kampus di Ritsumeikan Asia Pacific University telah menerima sertifikasi halal. Ini menjadi fasilitas makanan bersertifikat halal terbesar di Jepang.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN