American Diner Halal Pertama Hadir di Skotlandia

American Diner Halal Pertama Hadir di Skotlandia

Maya Safira - detikFood
Selasa, 22 Sep 2015 13:29 WIB
Foto: Route 66/Facebook
Jakarta -

Restoran halal pertama bergaya American diner kini hadir di Skotlandia. Route 66 dibuka secara resmi oleh Menteri Pertama Skotlandia, Nicola Sturgeon.

Restoran ini mempunyai aneka makanan gaya Amerika. Route 66 pun menjadi satu-satunya American diner yang memenuhi kebutuhan komunitas muslim di sana.

Menteri Pertama Skotlandia, Nicola Sturgeon, ikut hadir meresmikan Route 66 pada 11 September lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sangat senang diminta membuka restoran baru ini di konstituensi saya. Ini diner Amerika halal pertama yang saya temukan dan mungkin pertama di Skotlandia. Saya harap bisa menjadi sukses besar," ucap Sturgeon.



Menurut laporan The National (12/09), semua daging yang dipakai Route 66 berjenis halal. Terdapat panggangan terpisah untuk daging sapi, kambing dan ayam. Bahan-bahan masakan yang digunakan juga sesuai aturan Islam.

Tentunya tidak ada pemakaian daging babi di Route 66. Turkey dijadikan pengganti topping burger bacon agar tetap sesuai dengan makanan gaya Amerika.

Route 66 berlokasi di Pollokshields, Glasgow. Wilayah itu menjadi tempat penduduk muslim terbesar di Skotlandia.

Meskipun bertempat di bekas pub, restoran tidak menjual bir atau minuman beralkohol lainnya.

Terkait pembuatan restoran, Steve Gilmour selaku pemilik Route 66, menyebut sektor makanan di Skotlandia gagal memenuhi kebutuhan umat muslim. Padahal muslim termasuk kelompok minoritas terbesar di negara itu.

"Banyak tempat mempunyai pilihan menu halal, tapi ternyata hanya berupa satu menu ayam. Di sini semua ada dalam menu. Kami mendapat respon sangat baik dari komunitas Asia yang menyebut senang melihat sesuatu seperti ini pada akhirnya," ucap Steve pada The National.

Restoran sudah mulai soft opening pada bulan Juni. Sejak itu, Route 66 jadi populer dikalangan anak muda dan keluarga. Steve bercerita ada salah satu konsumennya baru pertama mencicipi gourmet beef burger. Sebab sulit mendapatkan daging halal.



Steve pun mengaku kesulitan juga memenuhi kebutuhan daging halal. Ia sampai pergi ke tiga tempat berbeda untuk mendapat daging karena satu tempat tidak mencukupi permintaan.

(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads