Menu Bacon Dihapus, Kelompok Anti-Halal Australia Boikot Gerai KFC

Menu Bacon Dihapus, Kelompok Anti-Halal Australia Boikot Gerai KFC

Maya Safira - detikFood
Sabtu, 29 Agu 2015 09:50 WIB
Ilustrasi: Getty Images
Jakarta -

Sebuah grup anti-halal di Facebook melakukan boikot terhadap salah satu gerai KFC di Australia. Ini terjadi setelah KFC itu mengumumkan tidak ada penjualan bacon.

Grup Facebook, β€œBoycott Halal in Australia”, memposting gambar gerai KFC kecil di pusat perbelanjaan daerah Albury, New South Wales. Gerai tersebut diancam boikot karena pengguna Facebook menyalahartikan tanda tidak ada bacon (olahan babi) sebagai lambang restoran bersertifikasi halal.

Gerai itu mengumumkan "karena tidak ada ruang persiapan terpisah, gerai ini tidak menawarkan bacon." Salah seorang anggota grup menyebut KFC di pusat perbelanjaan Cole, Albury kini bersertifikat halal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan juga setelah konfirmasi kembali ke pekerjanya, KFC di sana memang sudah bersertifikat halal. Namun menurut laporan SmartCompany (28/08), juru bicara KFC mengatakan gerai Albury tidak memiliki sertifikat halal.

"Kami memiliki prosedur masak dan keamanan yang ketat di KFC dan area persiapan terpisah dan oven untuk berbagai produksi supaya konsumen bisa menikmati ayam yang lezat. Cabang Albury Wodonga merupakan gerai kecil dalam pusat perbelanjaan sehingga tak ada ruang yang diperlukan untuk menyiapkan bacon sesuai standar kami," ujar juru bicara KFC.

Meski di Australia ada tiga gerai KFC bersertifikat halal, namun juru bicaranya mengatakan mereka tidak ada rencana menambah jumlah toko halal.

"KFC berhati-hati dalam menanggapi permintaan konsumen dan sensitifitas budaya dengan cara seimbang. Hal paling baik yang bisa kami lakukan adalah transparan mengenai pendekatan halal kami," tambah juru bicara itu.

Menurut juru bicara Australian Food and Grocery Council, ada banyak informasi keliru terkait sertifikasi halal. Keberadaan boikot justru bisa memicu masalah untuk bisnis.

"Masalahnya adalah ketika siasatnya ekstrim seperti telepon yang kasar dan tindakan ancaman. Kampanye di Facebook seringkali mengembangkan isu yang berujung pada pembauran sikap konsumen," ucapnya.

Ini bukan kali pertama juru bicara tersebut mendengar informasi keliru terkait halal yang bisa berpengaruh pada sektor makanan. Akan tetapi perhatian terhadap sertifikasi halal semakin kuat akhir-akhir ini, tambahnya.

(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads