Dilansir dari The Star Online (19/08) ada pertumbuhan ekspor industri halal sebesar 17,8% pada kuartal pertama tahun ini. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 9,1 miliar ringgit (Rp 30,2 triliun).
Ekspor produk halal ke China menjadi salah satu faktor utama yang menyumbang 1,17 miliar ringgit (Rp 5,6 triliun). Diikuti dengan ekspor ke Amerika Serikat dan Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO Halal Industry Development Corporation (HDC), Jamil Bidin, mengatakan ekspor produk halal Malaysia diperkirakan akan meningkat.
"Sebagai salah satu mesin pertumbuhan negara, industri halal diharapkan dapat memberikan kontribusi 5,8% terhadap produk domestik bruto pada tahun 2020," ucap Jamil seperti dilansir dari The Star Online (19/08).
Pasar halal global sendiri saat ini diperkirakan bernilai US$2,3 triliun, meliputi makanan dan sektor non-makanan. Diharapkan sektor ini akan naik jadi US$6,4 triliun tahun 2018 seiring peningkat populasi muslim.
Pasar halal kini telah menarik makin banyak pihak. Dengan klien terbesar antara lain China, Amerika Serikat, Singapura, Belanda dan Jepang. Filipina juga sudah menunjukkan ketertarikan memulai sektor ini.
Karena itu, HDC akan menyelenggarakan Halal Ingredients Asia 2015. Kegiatan ini menekankan pada peluang pemain bahan halal lokal bagi pembeli internasional.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN