Menurut Duan Kaiyun dari Beijing Cuisine Association selaku penyelenggara utama festival, pedagang dan restoran terkenal di Niu Jie (Ox Street) menjual makanan serta produk lainnya dengan harga promo. Dilansir dari Ecns.cn (28/07), sejak tahun lalu festival berlangsung mulai dari Niu Jie (daerah Muslim tertua di Beijing) hingga Red Willow Grilled Lamb Spine Restaurant (restoran Muslim dekat Ring Road 4).
Red Willow, misalnya, memperkenalkan naan pit barbecue dari daerah otonom Xinjiang Uighur kepada masyarakat Beijing mulai festival tahun 2014. Tradisi pemanggangan flatbread tersebut sudah ada lebih dari 500 tahun di Xinjiang. Di sana, naan biasa dilengkapi dengan domba panggang dan sapi, tambah Duan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Potongan daging direndam bersama jintan, jahe, merica dan rempah lainnya. Biji jintan berasal dari Xinjing untuk memberi rasa otentik, jelas Wu Hongbin selaku pemilik Red Willow.
Kemudian daging digantung selama 10 menit di dinding oven tanah yang suhunya bisa mencapai lebih dari 300 derajat C. Karena potongan daging tidak langsung bersentuhan dengan api yang terletak di bagian bawah lubang, hasil dagingnya akan juicy dan lembut.
Selain itu ada juga makanan lain yang jadi andalan. Berupa kebab kambing yang dimasak dalam naan pit pula. Kebab ditusuk dengan ranting Tamarix yang dikenal sebagai red willow di Tiongkok.
Restoran juga menawarkan hidangan khas Xinjiang lainnya termasuk ayam dalam piring besar dengan mie dan kentang, daging sapi panggang dan roti panggang berisi daging kambing.
Selama festival makanan, Red Willow menghadirkan pertunjukkan tarian gaya Xinjiang dan nyanyian.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN