Sebanyak 41 perusahaan Indonesia berpartisipasi dalam Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2015. Dengan jumlah terbanyak setelah Malaysia, Pavilion Indonesia yang berisi 30 stand berhasil menarik perhatian pembeli internasional.
Beragam produk makanan, minuman, suplemen hingga kosmetik halal buatan Indonesia di MIHAS 2015 cukup mendapat perhatian buyer internasional, termasuk Malaysia. Tahun ini pavilion Indonesia meraih potensial transaksi lebih dari $3,5 juta. Jumlah tersebut berasal dari buyer Malaysia, Kanada, Singapura, Dubai dan Jepang.
Ada pula permintaan lain yang datang dari pembeli Rusia, Saudi Arabia, Filipina dan Myanmar. Kebanyakan produk yang menarik permintaan cukup besar antara lain ikan tuna segar dan kaleng, biskuit, bumbu masak pasta, gula kelapa, rendang, produk kosmetik serta perawatan badan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun keterlibatan Indonesia dalam MIHAS 2015 bertujuan untuk meningkatkan ekspor produk halal Indonesia ke Malaysia. Disamping itu, sebagai upaya penetrasi pasar halal dunia yang semakin berkembang. Diharapkan hal tersebut bisa ikut meningkatkan eskpor Indonesia ke dunia.
Menurut data tahun 2014, ekspor produk makanan olahan dan kosmetik Indonesia ke Malaysia mengalami kenaikan sebesar 1,58%. Naik dari $918,10 juta menjadi $932,63 juta. Nilai ekspor itu baru sekitar 10,43% dari seluruh nilai ekspor Indonesia ke Malaysia yang berjumlah $8,9 milyar. Sehingga peluang pun masih cukup besar untuk meningkatannya.
Pasar produk halal dunia pun diperkirakan mengalami peningkatan seiring naiknya jumlah populasi muslim dunia. Menurut Global State of Islamic Economic, permintaan produk halal dunia akan mengalami pertumbuhan sebesar 9,5% dalam waktu 6 tahun ke depan. Permintaan ini dapat meningkat dari $2 triliun pada 2013 menjadi $3,7 triliun tahun 2019. Fakta tersebut menjadikan pasar halal berpotensi dibuat lebih besar oleh pelaku industri barang dan jasa.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN