Rusia Akan Mulai Ekspor Daging Unggas Halal Tahun Ini

Rusia Akan Mulai Ekspor Daging Unggas Halal Tahun Ini

- detikFood
Jumat, 20 Mar 2015 15:11 WIB
Ilustrasi: Getty Images
Jakarta -

Rusia siap meluncurkan produk daging unggas halal yang diekspor ke Timur Tengah dalam beberapa bulan ke depan. Ekspor pertama akan dikirim ke UEA dan Qatar.

Badan kedokteran hewan Rusia, Rosselkhoznadzor, mengatakan produk daging unggas akan memenuhi spesifikasi kontrol kualitas sesuai aturan Islam.

"Kami mengalami peningkatan jumlah produk tersebut di Rusia, sebab ada 23 juta Muslim di negara kami," tutur Alexey Alekseenko, asisten kepala Rosselkhoznadzor, seperti dilansir dari Global Meat News (19/03/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, ekspor daging unggas halal merupakan tren baru yang menjanjikan. Ini juga dapat membantu peningkatan produksi unggas Rusia dan membuka lapangan kerja baru. Meski begitu belum ditetapkan berapa jumlah ekspor dari Rusia ke negara Timur Tengah.

Kepala departemen ekonomi dari Russian Council of Muftis (kelompok Islam di Rusia) kini juga tengah bernegosiasi dengan UEA untuk ekspor ayam halal ke sana. Diharapkan pengiriman pertama akan berlangsung pertengahan 2015.

"Tahun lalu, Rusia tidak mengekspor produk unggas halal, namun sudah menyuplai produk halal lainnya di luar negeri, seperti penganan dan aditif makanan. Kini tiga perusahaan domestik telah mengajukan sertifikasi untuk ekspor ayam halal," tutur Aydar Gazizov, direktur International Center for Halal Standardization and Certification.

Adanya ekspor daging halal dipercaya dapat memperluas pasar ekspor unggas di Rusia. Lembaga ahli pemasaran, Agrorucom, yakin Rusia bisa menyuplai 10.000-15.000 ton daging unggas halal ke Timur Tengah tahun ini, jika pengiriman dimulai pertengahan 2015.

Perwakilan dari Council of Muftis sebelumnya telah memprediksi industri daging unggas halal akan mengalami peningkatan permintaan di pasar Rusia. Bahkan dari masyarakat non-muslim. Sebab mereka menganggap daging halal lebih "bersih".

Menurut Aydar, peternak harus mengikuti aturan Syariah untuk terlibat dalam produksi daging halal. Termasuk tidak memakai beberapa aditif makanan.

(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads