Giliran restoran Samaras di Corrimal Street, Wollongong, menjadi korban rasisme di media sosial. Minggu lalu muncul komentar yang mendesak orang-orang untuk memboikot bisnis Islam. Ada juga yang mengkritik restoran Timur Tengah populer ini karena memasok produk bersertifikat halal.
Gerah dengan berbagai komentar, Omar Nemer selaku pemiliknya menulis pernyataan di Facebook untuk membela bisnis keluarganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Omar kemudian mengomentari satu per satu beberapa tulisan yang menyerang. Ia menawarkan untuk menjelaskan lebih lanjut tentang makanan halal.
Dalam beberapa jam, tulisan Omar mendapat lebih dari 1.500 likes dan ratusan pesan dukungan dari masyarakat. Sebagian besar dari 130 komentar, membela Samaras dan keluarga Nemer yang telah menjalani bisnis selama tujuh tahun.
Omar mengaku sangat senang dengan banyaknya dukungan. "Sungguh menakjubkan, saya benar-benar tidak tahu harus mengharapkan apa saat membuat pernyataan namun di akhir makan malam ada lebih dari 1.000 likes," ucapnya dengan sukacita.
Menurut Omar, sejak orang tuanya membuka bisnis tujuh tahun lalu, orang-orang selalu menghormati pilihan dan agamanya. Ia dan keluarganya juga berusaha bersikap terbuka dan sopan mengenai siapa mereka. Ini membuat pelanggan Samaras senang dan banyak memberi dukungan.
Samaras pun akan mengadakn event pada 18 Maret untuk mengajak masyarakat menolak boikot berbau rasis dengan makan siang di sana. Omar membuat konsep 'I'll eat with you: #illeatwithyou' dengan menjadikan makan bersama sebagai simbol mengatasi rasisme.
(tan/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN