Β
Berdasarkan laporan New York Post (15/02), Yisroel Mordowitz yang menjual makanan kosher menyebut ia dipaksa memindahkan gerobak makanan di tengah Manhattan karena βmafia halal.β Menurut surat kabar tersebut, pedagang asal Mesir memblokir Yisroel untuk mengambil tempat di area Rockefeller Center, 48th Street dengan berjongkok atau menaruh produk dan payung di trotoar.
Β
βPria ini haus akan uang. Saya punya keluarga juga. Ia hanya datang ke lokasi ini dan mau mengambilnya dari saya dan membunuh saya, sebenarnya. Membunuh bisnis saya,β tutur salah seorang penjual makanan halal, Mohamed Mossad seperti dilansir dari Al Arabiya News (18/02/2015).
Β
Mohamed mempertanyakan kenapa Yisroel tidak ke 47th Street yang lebih banyak orang Yahudi. Yisroel berpikir ia bisa membawa perdamaian ke Midtown. Ia juga menyebut dirinya bukan musuh, tapi teman. Akhirnya Yisroel berpindah ke 35th Street.
Β
Dagangan Yisroel yang bernama βHoly Rollersβ, menyajikan makanan sesuai pedoman kosher. Sedangkan Mohamed dan pedagang halal lain membuat makanan berdasarkan hukum Islam. Daging babi dilarang dalam kedua aturan, namun ada cara berbeda untuk menyiapkan daging.
Β
Menurut penjual kosher, salah seorang pedagang halal berteriak: βIni bukan Palestina!β
Β
βMereka mencoba mengatakan bahwa Yahudi di Israel mendorong orang keluar, jadi jangan lakukan itu di sini,β tutur Yisroel.
Β
Mohamed pun menambahkan kalau Yisroel menyebutnya teroris dan melakukan pengeboman Twin Towers.
Β
βItu rasis.. Bagi saya, ini bukan tentang dia sebagai seorang Yahudi,β ucap Mohamed.
Β
Pada dasarnya kota New York memberi izin berjualan namun tidak menentukan dimana vendor harus menempatkan lokasi dagangannya. Kecuali bila gerobak makanan terlalu dekat dengan pintu masuk subway atau membahayakan keamanan.
Β
Persaingan ketat, mendorong vendor tiba lebih awal dengan gerobaknya pada pukul 03.00 untuk mengklaim tempat. Beberapa pedagang bahkan berkemah semalaman.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN