Pembangunan Rumah Potong Hewan Halal di Kota Buffalo Tunggu Izin Dewan Kota

Pembangunan Rumah Potong Hewan Halal di Kota Buffalo Tunggu Izin Dewan Kota

- detikFood
Senin, 19 Jan 2015 15:01 WIB
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Tempat pemotongan hewan terakhir di kota Buffalo, New York, Amerika Serikat, tutup beberapa tahun lalu. Sekelompok pengusaha berencana membangun kembali rumah jagal hewan di kota tersebut, namun kali ini sesuai dengan ketentuan halal.

Buffalo pernah terkenal akan tempat menyimpan ternak dan tempat pemotongan hewannya yang kebanyakan berlokasi di bagian timur kota tersebut. Rencananya, sebuah bangunan tua dan reyot di daerah Broadway akan diubah menjadi rumah jagal halal.

Sang pemilik bangunan, Kabir Howlader, mengatakan bahwa ada peningkatan permintaan daging halal. "Banyak orang muslim," kata Howlader. Namun sebelum ia dan rekannya memulai usaha, properti tersebut harus ditata ulang agar mendapat izin sebagai rumah jagal. Merekapun memerlukan persetujuan pemerintah kota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dewan Kota Darius Pridgen menyadari bahwa keragaman etnik yang berkembang di kotanya akan membawa selera kuliner yang berbeda. Ia menunda keputusan terkait rencana pembangunan rumah jagal tersebut. Sebab, pengajuan pendirian tempat pemotongan hewan beberapa tahun terakhir tak berjalan lancar.

Percobaan terakhir pembangunan rumah jagal halal di William Street ditolak enam tahun lalu. Pemiliknya akhirnya membuka tempat pemotongan hewan dan pasar halal di kota Lackawanna. Namun, Howlader sudah memutuskan tetap mencoba membuka usahanya di Buffalo.

"Banyak orang mengenal saya dan mereka bilang ini kesempatan bagus. Buffalo sedang berkembang," ujar Howlader kepada situs WIVB 4 (14/01/2015).

Pridgen yang memimpin jemaat baptis menjanjikan keputusan yang adil. "Saya tidak ingin menjadi orang berpikiran tertutup hanya karena hal ini (rumah jagal halal) bukan sesuatu yang saya praktikkan secara personal. Jika legal dan kalau masyarakat menerimanya, saya ingin membicarakannya (kemungkinan rumah jagal halal diizinkan)," jelas Pridgen.

Howlader yang merupakan imigran Bangladesh membeli properti tadi di sebuah pelelangan barang sitaan. Jika proposalnya disetujui, ia berencana menghabiskan $100.000 (Rp 1,26 miliar) untuk perbaikan calon rumah jagal yang akan dinamai Bismillah Poultry Inc. tersebut.

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads