Malaysia Kekurangan Stok Kalkun Halal Jelang Natal dan Tahun Baru

Malaysia Kekurangan Stok Kalkun Halal Jelang Natal dan Tahun Baru

- detikFood
Rabu, 24 Des 2014 15:03 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Tampaknya tak semua umat Kristiani di Malaysia dapat merayakan Natal dengan menyantap kalkun tahun ini. Sebab, negara tersebut sedang mengalami kekurangan kalkun. Pengekspor satu-satunya sudah lama tutup namun belum ada penggantinya.

Goldfields Turkeys dulunya adalah satu-satunya pengekspor daging kalkun halal ke Malaysia. Namun, perusahaan yang berbasis di Australia tersebut tutup sebelum Natal tahun lalu.

Akibatnya, hotel, restoran, dan supermarket di Malaysia kekurangan kalkun saat permintaan sedang tinggi menjelang akhir tahun. Seorang chef di sebuah hotel ternama di Kuala Lumpurpun mengatakan bahwa sudah dua tahun berturut-turut masalah serupa terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemasok kami baru saja memberitahu bahwa mereka membawa daging kalkun halal dari Sabah. Namun, bisnis kami terlanjur merasakan dampaknya," katanya kepada situs The Star Online.

Ia menambahkan, hotelnya biasanya memerlukan antara 40-50 ekor kalkun saat musim liburan, baik untuk disantap di tempat maupun dibawa pulang. "Kami terpaksa menolak banyak pesanan untuk dibawa pulang karena kami tak bisa memastikan sejak awal bahwa kami akan punya pasokan cukup," ujarnya.

Menurut Lai, seorang pengimpor, sekitar 175 ton kalkun diimpor ke Malaysia untuk Natal tahun lalu. Ia mengaku sudah tahu bahwa akan ada kekurangan kalkun sejak Juli tahun ini.

Direktur Jenderal Department of Veterinary Services (DVS) Datuk Dr. Mohamad Azmie Zakaria mengatakan bahwa pihaknya sudah mengusahakan mengimpor kalkun halal ke Malaysia. Sebuah pabrik pengolahan di Selandia Baru yang bersertifikat halal sudah dipilih meski produknya belum diperiksa lembaga berwenang di Malaysia.

"Kami bisa mengizinkan kalkun tersebut masuk. Pabriknya menggunakan standar JAKIM (lembaga halal Malaysia) sebagai panduan," kata Zakaria. Ia menambahkan bahwa sebuah pabrik di Brazil yang juga bersertifikat halal sudah disetujui DVS pada Juni lalu namun pengimpornya di Malaysia mengalami masalah.

Berdasarkan Control of Slaughter Rules 1975, semua daging dan hewan ternak yang diimpor ke Malaysia harus disertifikasi halal. Produk-produknya juga harus berasal dari tempat penyembelihan yang telah diperiksa dan disetujui JAKIM.

Terkait masalah ini, Anggota Parlemen Seputeh Teresa Kok mempertanyakan kinerja Zakaria. "Pertama, mengapa kalkun impor harus halal jika pemasok kalkun halal terbatas? Kedua, sejak ada masalah dalam impor kalkun halal, mengapa DVS tidak mengizinkan impor kalkun nonhalal khusus untuk Natal? Sebab, umat Kristiani tak masalah mengonsumsi daging kalkun nonhalal," tanya Kok.

Seperti ditulis situs Free Malaysia Today News, Kok berpendapat bahwa penjelasan umum tak akan cukup. Azmie harus menjelaskan apa masalah sebenarnya yang dihadapi para pengimpor dan mengapa DVS tak bisa mengatasi masalah tersebut setelah sekian lama.

Seperti dilaporkan Sin Chew Daily, masalah ekspor daging kalkun halal tak hanya dialami Australia, tapi juga Brazil dan Amerika.

(fit/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads