Walikota di Prancis Akan Larang Daging Halal di Sekolah

Walikota di Prancis Akan Larang Daging Halal di Sekolah

- detikFood
Selasa, 16 Des 2014 13:33 WIB
Foto: Getty Images
Sarge-les-Le Mans - Mulai bulan depan para siswa muslim dan Yahudi di sebuah kota kecil di Prancis tak bisa lagi mengonsumsi daging. Sebab, walikota mengumumkan aturan 'daging babi atau tidak sama sekali' untuk makan siang para siswa demi mendukung prinsip sekuler negara tersebut.

Mulai 1 Januari tahun depan, tak akan ada daging halal maupun daging kosher di sekolah-sekolah di kota Sarge-les-Le Mans, Prancis. Menurut walikota Marcel Mortreau, keputusannya didasari prinsip kenetralan Republik.

"Walikota tak perlu menyediakan makanan sesuai kebutuhan agama. Inilah prinsip sekularisme," kata Mortreau kepada radio Europe1.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan ini dipicu sebuah perusahaan katering penyedia makanan bagi 180 siswa di kota tersebut yang mengaku sulit memasok makanan alternatif bagi 15 siswa muslim. Sebab, sehari-hari mereka menyajikan makanan berbahan babi.

Gerakan ini didukung balaikota dengan alasan penyedia makanan perlu bekerja ekstra jika mereka harus mengantarkan daging pengganti. Beberapa sekolah negeri juga setuju dengan aturan ini.

"Kami tidak membuka kantin sekolah untuk alasan partisan, agama, filosofi, maupun budaya," ujar Eric Le Moal, direktur sebuah sekolah negeri di daerah Lezignan-Corbieres, Prancis.

Orang tua dan siswa muslim geram terhadap keputusan sang walikota. "Menyantap dua starter tidak sama dengan memakan sepiring daging. Daging diperlukan bagi tubuh untuk bekerja dan berpikir. Saya butuh daging, ini hal penting," ungkap seorang siswa, Tarik..

Ibu Tarik, Yasmine, menyebut kebijakan baru ini diskriminasi. Iapun menyuarakan kemarahannya karena harus mengatakan kepada anak kecil 'Kamu akan makan lebih sedikit hari ini karena ada daging babi di menu'.

"Ada yang berkomentar 'Kalau tak suka, bawa pulang anakmu'. Rasanya menyakitkan," tambah Yasmine, seperti dilaporkan situs The Local (15/12/2014).

Bagaimanapun juga, beberapa pihak mendukung para orang tua dan siswa muslim. Salah satunya adalah Walikota Paris Jean Tiberi yang mengatakan bahwa gerakan tersebut bertujuan untuk 'menstigmatisasi muslim'.

Sebelumnya, ketua National Front juga berpendapat bahwa penyediaan makanan halal di sekolah bertentangan dengan nilai sekuler Prancis. Iapun mengumumkan bahwa kota-kota yang dimenangi partainya akan melarang penyajian hidangan halal di sekolah.

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads