Lima abad dikuasai bangsa Arab membuat banyak jejak sejarah Islam terlihat di Spanyol, terutama di Andalusia. Karena itu, sebenarnya potensi Spanyol sebagai tujuan wisata muslim sangat besar. Namun, masih banyak yang harus ditingkatkan.
Tak seperti para pesaingnya, Spanyol memiliki sangat sedikit restoran atau hotel bersertifikat halal. Meski demikian, menurut data Kongres Wisata Dunia Halal pertama yang baru-baru ini digelar di Granada, Spanyol, jumlah wisatawan muslim ke Spanyol meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tariq Mahmood, pendiri Andalusian Routes (perusahaan Spanyol yang berspesialisasi di pariwisata Islam), Spanyol cenderung berpuas diri menjadi salah satu destinasi wisata besar dunia.
"Saya tak bisa memenuhi permintaan. Masalahnya, tak cukup banyak restoran dan hotel yang menyediakan makanan halal. Kami terpaksa mengecewakan kelompok-kelompok turis (yang berminat pelesir ke Spanyol)," ujar Mahmood kepada El Pais (13/10/2014).
Di Prancis dan Inggris, makanan halal tersedia di sebagian besar supermarket besar. Namun, di Spanyol, daging babi disajikan di mana-mana. Hanya ada sedikit restoran dan satu hotel bersertifikat halal internasional.
"Kami masih belajar. Para pebisnis tak mau berinvestasi sampai mereka melihat permintaan. Seperti lingkaran setan," kata Hilene Galan dari Institut Halal Spanyol sambil menambahkan bahwa biaya sertifikasi halal di Spanyol sekitar 2.500 euro (Rp 39,1 juta).
Namun, jika jumlah sertifikat yang diterbitkan jadi tolok ukur, investasi jadi terlihat penting dilakukan. Pada 2007, Institut Halal Spanyol hanya punya 70 klien, namun kini angkanya sudah menyentuh angka 300.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN