Survei: Malaysia, Tujuan Wisata Paling Ramah Muslim di Dunia

Survei: Malaysia, Tujuan Wisata Paling Ramah Muslim di Dunia

- detikFood
Selasa, 07 Okt 2014 14:07 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Meski memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia rupanya bukan tujuan wisata paling ramah muslim di dunia. Setidaknya inilah hasil survei Crescentrating, spesialis wisata muslim yang berbasis di Singapura.

Tahun ini, Malaysia menempati posisi teratas tujuan liburan ramah muslim versi Crescentrating. Uni Emirat Arab, Turki, Indonesia, dan Arab Saudi berturut-turut menyusul.

Survei tersebut menilai negara berdasarkan perhatiannya terhadap kebutuhan turis muslim. Contohnya kehadiran dan aksesibilitas restoran halal yang menyajikan daging yang disembelih sesuai standar Islam, serta ketersediaan musala di bandara, pusat perbelanjaan, dan hotel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kini semakin banyak tujuan wisata tertarik masuk ke segmen ini dan menyesuaikan layanan mereka agar bisa memperhitungkan kebutuhan wisatawan muslim," ujar Chief Executive Crescentrating Fazal Bahardeen.

Terkait alasan Malaysia berada di posisi teratas, Bahardeen mengatakan bahwa Pusat Wisata Islam di negara tersebut terus mengedukasi industri wisata untuk melayani para pelancong muslim.

"Kini semakin banyak dapur hotel bersertifikat halal dan hotel yang melayani kebutuhan turis muslim," kata Bahardeen. Bahkan, salah satu hotel membedakan waktu penggunaan gym dan kolam renang bagi pria dan wanita, untuk menjaga privasi.

Bahardeen mengatakan, pasar pariwisata muslim ditaksir bernilai US$140 miliar tahun lalu atau 13% dari total global. Diperkirakan angka tersebut naik menjadi US$200 miliar pada tahun 2020.

Jepang berada di posisi ke-40 dari 60 negara. Namun, negara ini berhasil membuat perubahan terbesar dibanding negara lain dengan naik 10 peringkat dibanding tahun lalu.

"Jepang adalah tujuan yang paling aktif selama tahun lalu untuk berfokus pada segmen pelancong ini. Negara tersebut sudah meluncurkan sejumlah inisiatif, mulai dari menciptakan program kesadaran halal bagi industri lokal sampai mengeluarkan panduan wisata muslim ke Jepang," kata Bahardeen. Beberapa bandara dan hotel di Jepang juga sudah menyediakan makanan halal dan musala.

Di 10 peringkat teratas, Singapura yang berada di urutan keenam menjadi negara nonmuslim satu-satunya, disusul Maroko, Yordania, Qatar, dan Tunisia. Negara kecil ini memiliki beragam obyek wisata buatan, aneka hidangan lokal, serta terkenal akan reputasinya dalam kebersihan dan ketertiban.

Bahkan, Bahardeen berpendapat bahwa negara ini lebih baik daripada beberapa negara muslim lain dalam menarik muslim.

Menurut berita yang dilansir AFP (28/09/2014), Italia, Belgia, Irlandia, dan Meksiko adalah empat negara terbawah di daftar ini karena dinilai tak begitu fokus akan peluang pasar muslim.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads